Harus Ada Perubahan Lebih Baik di Tanah Papua

Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano saat meresmikan bangunan GSG GKI Sion Dok VIII, Jayapura Utara,  Sabtu (5/2). (Humas for Cepos)

JAYAPURA-Wali Kota Jayapura, Dr  Benhur Tomi Mano, menyampaikan harus ada perubahan menuju masa depan tanah Papua yang lebih baik. “Harus ada perubahan untuk tanah Papua ini. Tanah yang dipilih Tuhan, Tuhan taruh di hati mereka, kamu dua (Ottow dan Geisler.red) harus ke Papua, harus ada perubahan kepada orang-orang Papua 167 tahun ini.” ungkap Benhur Tomi Mano dalam sambutan perayaan Hari Pekabaran Injil (HPI) ke 167 dan peresmian gedung GSG GKI Sion Dok VIII,  Sabtu, (05/02).

   Menurut Wali Kota, peringatan HPI ini jangan hanya dirayakan secara seremonial saja, tetapi harus ada yang dilakukan untuk Tuhan. Dirinya menegaskan kepada seluruh masyarakat untuk berhenti melakukan hal negatif, yang tidak bermanfaat.

   “Bapak-bapak yang suka mabuk stop jangan mabuk, bapak-bapak yang suka pukul istri stop pukul istri. Anak-anak yang suka narkoba ganja stop, Tuhan mau berkati tanah ini. Mari kita memuliakan Tuhan, itu yang Tuhan mau supaya ada perubahan di atas tanah dan negeri ini.  Marilah warga Jemaat Dok 8 dan juga sebagai warga kota di daerah ini juga ada tempat-tempat di Dok 9, Dok 8. Ada obat obat terlarang, saya minta stop dengan ganja, dengan miras.” ujarnya.

   Dirinya menyampaikan bahwa program ke depan yang harus dilakukan adalah lebih memperhatikan pemuda-pemudi sebagai tiang gereja. “Harus kita perhatikan dalam pelayanan kita. Yang tua akan mundur ke belakang di masa tuanya. Tapi pemuda ini akan membawa gereja ini ke depan. Pemuda yang punya perubahan-perubahan ke depan, yang punya inovasi, kreatif, respon melihat masalah-masalah ini maka pelayanan kita harus fokuskan kepada pemuda-pemuda gereja dan remaja-remaja dalam gereja yang harus kita perhatikan.” Ujarnya.

   Menurutnya, di tahun 2030, pemuda tanah Papua harus menguasai teknologi agar tidak tertinggal. “Kalau pemuda-pemuda, anak-anak kita tidak menguasai teknologi mereka akan terhempas, akan tertinggal. Maka itu saya ajak pemuda kita harus menguasai teknologi ini.” ujarnya.

   Dirinya juga mengajak seluruh orang tua untuk mengajak putra putrinya dekat dengan Tuhan. “Di zaman yang canggih ini, mari kita ajari anak-anak kita lebih dekat kepada Tuhan. Maka perubahan itu terjadi ke depan di atas tanah yang diberikan ini. Mari kita mensyukuri 167 tahun di atas tanah ini yang telah membuka kegelapan.” Ujarnya.

   Selain itu, dirinya juga mengajak anak-anak GKI yang hidup di tanah Papua untuk menyembah Tuhan, dan patuhi perintah Tuhan. Sebab menurutnya, banyak kasus yang terjadi di tanah Papua. Banyak dana dari pusat yang mengalir ke tanah Papua, namun Papua tidak juga berkembang.

   “Kita bisa lihat Papua ini terbelakang, termiskin. Dana otsus triliunan dikasih ke Papua, dimana uang itu. Kita miskin dan terbelakang tanah yang diberkati oleh Tuhan. Ada tanda tanya besar, mengapa itu terjadi. Karena kita menghamba kepada uang itu, bukan Tuhan. Tuhan Bilang apa? Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya maka semuanya akan ditambahkan kepadamu.” ujarnya. (Rhy/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *