Rute Lama Masih Ditandai BNN

Kombes Pol Agung Ramos Sinaga. (Gamel/Cepos)

Jaga Pengaruh Ganja, BNN Masuk ke Sekolah

JAYAPURA-Badan Nasional Narkotika (BNN) Provinsi Papua tak menampik jika hingga kini peredaran narkoba, khususnya ganja di Jayapura masih sering ditemukan. BNN Papua sendiri memastikan terus melakukan penanganan preemptif maupun penegakan hukum bagi para pelaku pengedar maupun bandar.

   Pengaruh lingkungan masih menjadi indikator utama penyebaran narkoba di kalangan anak muda. “Untuk upaya pencegahan masih terus dilakukan oleh teman-teman di bidang penyuluh dan ada banyak sekolah yang kami datangi untuk menjelaskan soal dampak dan pengaruh narkoba bagi kesehatan dan tubuh,” jelas Kabid Brantas BNN Provinsi Papua, Kombes Pol Agung Ramos Sinaga  saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (3/2).

   Ia menjelaskan bahwa untuk daerah penyebaran narkoba di Papua, khususnya di Kota Jayapura bisa terbaca dari daerah pantai perbatasan RI-PNG, lalu di Dok IX Pantai, Hamadi Pantai, Argapura maupun Kampung Vietnam. Lokasi-lokasi ini yang dari tahun ke tahun tetap menjadi lokasi yang ditandai oleh BNN Papua sebagai tempat peredaran maupun transaksi.      

   “Kalau kami  sendiri mencoba langsung memutuskan mata rantai dengan melakukan  penyelidikan kemudian penangkapan dan penegakan hukum dan itu masih berjalan sampai sekarang. Jika barang bukti berhasil kami dapatkan kemudian diamankan paling tidak itu bisa memutus mata rantai,” beber Agung Ramos.

  BNN juga mendata bahwa lokasi yang biasa dipakai untuk transaksi dan peredaran mulai dari hotel, kos – kosan, jalan raya, jasa pengiriman hingga diskotik. “Pintu masuk  untuk ganja masih dari batas negara RI – PNG sedangkan untuk sabu-sabu masuk dari Makassar dan Jakarta,” imbuhnya.

   Ditanya soal kondisi Lapas Narkotika apakah masih memungkinkan terjadi peredaran yang dikendalikan dari dalam Lapas, menurut Ramos Sinaga hal tersebut sangat memungkinkan. “Masih bisa terjadi, karena para napi juga bisa saja memiliki alat komunikasi dan mengontrol peredaran dari dalam, tapi ini biasa pelaku atau napi-napi yang lama dan kami terus berkoordinasi  memantau kemungkinan-kemungkinan ini,” tutup Ramos. (ade/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *