Kedepankan Cara-cara Bermartabat

Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto, S.I.K., M.Si memberikan arahan  kepada personel polisi di jajaran Polda Papua dalam pelatihan soal operasi kasih cartenz yang digelar di Hotel Mercure Jayapura, Kamis (3/2). (Humas Polda Cepos)

JAYAPURA-Polda Papua segera menerjemahkan perintah Kapolri soal Operasi Kasih Cartenz tahun 2022 yang disebut lebih humanis karena mengedepankan pola soft approach. Polisi tak lagi harus mengejar, menangkap, memukul atau menindak dengan kekerasan melainkan lebih mengedepankan cara-cara bermartabat.

   Publik sendiri mulai memahami bahwa ada cara lain yang bisa dilakukan tanpa selalu menggunakan rotan. Dari situlah Polda lantas menggelar latihan Pra Operasi Rastra Samara Kasih Cartenz T.A 2022 guna meningkatkan profesionalisme personel Polda Papua Dalam pengamanan kewilayahan di Papua.

  Wakapolda Papua Brigjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto, S.I.K., M.Si.,  didampingi Karo Ops Polda Papua I Ketut Gede Wijatmika, S.I.K. memimpin langsung kegiatan pelatihan tersebut. Wakapolda menyampaikan bahwa untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di tanah Papua perlu menggunakan strategi komunikasi dan dialog inklusif, politik dan tata kelola pemerintahan yang baik dan koordinasi serta berkolaborasi dengan pola kemanusiaan (martabat), kesejahteraan (equality) dan damai (nir-militer). “Kita mengacu pada UU No. 2/2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, Inpres No. 9/2020: 43 K/L Bagi Bang-sajah Papua/Pabar,” kata Wakapolda, Eko Rudi.

   Dijelaska bahwa dalam Inpres No. 9/2020 Poin 34 Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia memberikan dukungan pengamanan dan ketertiban masyarakat kamtibmas dalam rangka percepatan pembangunan kesejahteraan di Papua dan Papua Barat, serta mendukung perubahan dalam penyediaan pelayanan dasar dan pelayanan pendidikan dan kesehatan di daerah terpencil, pedalaman, perbatasan negara, dan pulau-pulau kecil.

   “Menjaga Papua dengan kasih  lewat Operasi Kepolisian Rasaka Cartenz yang diambil dari bahasa Sanskerta, yaitu Rasaka atau Rasta Samara Kasih Cartenz  yang secara harfiah memiliki Bangsa,  Penjaga, dan Kasih,” beber Wakapolda.

    Sedangkan Cartenz diambil dari gunung Cartenz yang memiliki puncak tertinggi di Indonesia yang berada di Papua. Dijelaskan bahwa secara filosofi Rastra Samara Kasih Cartenz adalah penjaga bangsa dengan kasih di tanah Papua dan Polri memerlukan pendekatan strategis dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat.

    “Peranan Polri menggunakan dua model pemolisian yakni Democratic Policing dan Community Policing sehingga membutuhkan variasi khusus sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat di Papua yang khas,” tambahnya.

    Lalu kajian akan peran public service kepolisian dalam upaya membangun masyarakat Papua perlu dilaksanakan sebagai kontribusi kepolisian dalam pembangunan nasional di Papua.  (ade/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *