Pasca Banjir, Aktifitas Pasar Youtefa Mulai Normal

Pedagang di Pasar Youtefa mulai berjualan pasca banjir pada Januari lalu, Rabu (2/2). (Elfira/Cepos)

Sampah Dibersihkan Pedagang Bayar Retribusi    

JAYAPURA-Sebulan setelah banjir melanda Kota Jayapura termasuk Pasar Youtefa, sebagian sampah di sudut di Pasar Youtefa mulai dibersihkan. Bahkan, para pedagang mulai melakukan penimbunan di beberapa titik di Pasar.

   Sebagaian pedagang menyebutkan, pembersihan sampah di Pasar Youtefa ada yang dilakukan secara swadaya, ada juga yang dilakukan oleh pemerintah. Yang pasti, pantauan Cenderawasih Pos di lapangan. Para pedagang di Pasar Youtefe mulai dari yang berjualan secara lesehan hingga yang berada di kios kios pakaian hingga warung makan mulai berjualan seperti biasa.

   Seorang pedagang, Ibu Haji menyampaikan, di blok dari Pasar Ikan hingga jalur keluar terminal proses pembersihan dilakukan pada Sabtu (29/1) lalu. “Belum lama ini dibersihkan, setelah itu pedagang mulai berjualan,” ucap Ibu Haji.

   Menurutnya, terhitung mulai Rabu (2/2) kemarin, dirinya dan pedagang lainnya mulai membayar Rp 2000 setelah diberikan karcis. “Tadi diberikan karcis oleh pihak pengelola pasar, tidak tahu itu karcis apa. Yang pasti saya mengambil karcis tersebut dan memberikan uang Rp 2000,” terangnya.

  Terkait isu dengan Pasar Youtefa yang bakal ditutup dan pedagang akan dipindahkan ke Pasar yang baru saja dibangun tepatnya di Otonom. Ibu Haji mengaku susah jika mereka dipindahkan.

“Tidak bisa dipindahkan begitu saja, terlebih kita sudah melakukan penimbunan. Bahkan, setelah penimbunan akan dilakukan pembersihan got di pasar,” ucapnya.

  Ibu Haji sendiri enggan pindah ke Pasar yang telah disediakan pemerintah dengan alasan lantaran di pasar tersebut tidak ada orang dan pembeli, selain itu tempatnya yang kecil. “Itu sama saja kita mau mati di sana, tempatnya kecil di sana. Di sini (Pasar Youtefa-red) kami sudah membangun kios kami,” kata Ibu Haji.

   Sementara itu, pedagang lainnya Sulimin yang berada di Blok A mengaku, saat pembersihan ada eksavator yang masuk ke dalam pasar untuk melakukan membersihkan sampah. Pembersihan dilakukan sejak dua minggu yang lalu.

  “Seteleh dibersihkan kami kembali berjualan, untuk sementara belum bayar retribusi pasca banjir,” terangnya.

  Sulimin mengaku enggan pindah ke pasar yang berlokasi di Otonom Kotaraja dengan alasan belum ada tempat untuk mereka. (fia/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *