Curah Hujan Tinggi, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

Kepala Badan Meteorology, Klimatologi dan Geofisikan Jayawijaya Subahari saat memperlihatkan pelacakan radar cuaca untuk mendeteksi cuaca ekstrim, Rabu, (2/2). (Denny/ Cepos)

WAMENA — Badan Meteorology, Klimatologi dan Geofisikan Jayawijaya mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat di seluruh wilayah Pegunungan Tengah Papua, mengingat  saat ini sudah mulai musim penghujan yang dimulai Februari hingga Maret  nnti.

Kepala Badan Meteorology, Klimatologi dan Geofisikan Jayawijaya, Subahari menyatakan, di Pegunungan Tengah Papua saat ini terjadi peningkatan cuaca ekstrim yakni mencapai 96-98 persen, curah hujan mulai meningkat.

“ Kami punya data, curah hujan pada Desember tahun lalu, dalam jangka waktu 1 bulan itu ada 26 hari hujan, di bulan Januari setelah diupdate sampai 29 kemarin, itu sudah 160 mm, 27 hari hujan,”ungkapnya, Rabu (2/2) kemarin.

Dengan adanya peningkatan curah hujan, angin puting beliung maka perlu waspada, daerah yang kemiringannya tinggi dan curam, jangan sampai ada bencana tanah longsor dan banjir.

“Kita berharap tidak terjadi bencana banjir di Wamena, kita juga sudah keluarkan  peringatan dini dan sudah disampaikan kepada Badan Penanggulngn Bencna Daerah (BPBD) Kabupaten Jayawijaya,”kata Subahari.

Ia mengharapkan BPBD sebagai pemerintah daerah bisa meneruskan informasi pencegahan dini ini kepada masyarakat, Tupoksi BMKG sendiri sifatnya hanya menyampaikan peringatan dini sebelum kejadian, informasi cuaca ekstrim ini bisa sampai ke masyarakat sehingga pencegahan bisa dimaksimalkan.

Angin yang kencang juga bisa menimbulkan putting beliung, jangka waktu relatif singkat, hanya saja diikuti dengan awan imbulusnimbus, sehingga harus diantisipasi karena munculnya mendadak.

“Kalau curah hujannya sudah 1 jam  di atas 20 mm, itu sudah harus dilakukan antisipasi, apalagi hujannya dari hulu ke hilir, ini harus diantisipasi, kita lakukan deteksi pada satelit cuaca yang dioperasikan 24 jam sehingga setiap jam itu diupdate dan publis,”kata Subahari.

Ia juga menambahkan penerbangan yang ada di Jayawijaya juga tergantung cuaca, kalau dari malam hujan maka paginya akan kabut maka bisa membuat pesawat delay penerbangannya, dan ini sering terjadi pada wilayah pegunungan yang tingkat kelembabannya tinggi. (jo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *