Belum Ditemukan Omicron di Papua

Aktivitas pelayanan pasien di RSUD Abepura pada tanggal 26 Januari lalu. Untuk mengantisipasi lonjakan pasien, rumah sakit diminta mempersiapkan diri. (Elfira/Cepos)

*RS Segera Persiapkan Diri Menghadapi Kasus Berat

JAYAPURA-Kasus Covid-19 kembali meningkat di Papua. Untuk itu, Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG (K) mengingatkan masyarakat untuk tetap memperketat protokol kesehatan (Prokes).

Dikatakan dr Sumule, kendati kembali meningkatnya kasus Covid-19, namun hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan dari Litbangkes Provinsi Papua terkait adanya pasien Covid-19 varian Omicron di Papua.

Sebagaimana lanjut dr Sumule, Litbangkes memiliki prosedur dimana setiap pemeriksaan yang dilakukan oleh Litbangkes harus dikonfirmasi ulang atau dikirim ke Kementrian Kesehatan. Nantinya, Kementrian Kesehatan yang akan melakukan verifikasi terhadap  data yang dikeluarkan oleh Litbangkes.

Hingga saat ini menurut dr. Sumule, belum ada pernyataan resmi dari Litbangkes apakah semua dokumen atau seluruh sampel yang diperiksa ada yang positif atau tidak.

“Hingga saat ini, belum ada Omicron di Papua. Terkecuali sudah ada pernyataan resmi dari Litbangkes, karena kewenangan mengeluarkan hasil itu dari Litbangkes,” tegas dr Sumule kepada Cenderawasih Pos, Rabu (2/2).

Lanjut dr Sumule, yang perlu diwaspadai saat ini yaitu dalam satu minggu peningkatan Covid-19 luar biasa. Bahkan, untuk Kabupaten Asmat sendiri sudah ada yang positif Covid-19 dua kasus dan ini harus diwaspadai.

“Penyebaran Omicron sangat cepat sekali, kita mencurigai sudah ada itu di Papua. Tapi itu  hanya prediksi kita berdasarkan gambaran epidemiologi daripada kasus Covid-19 di Provinsi Papua, khususnya di  Kota Jayapura. Karena peningkatan kasusnya cepat sekali,” terangnya.

Dirinya mengingatkan agar masyarakat jangan kendor dalam prokes, vaksinasi harus tetap dilakukan. Selain itu, semua fasilitas kesehatan mulai mempersiapkan diri kalau betul-betul terjadi  peningkatan Covid-19.

Lanjutnya, fasilitas kesehatan segera mempersiapkan diri, mempersiapkan obat-obatan, mempersiapkan pemeriksaan penunjang dan mempersiapkan peralatan medis. Sehingga ketika ada kasus yang berat, tidak tergopo-gopo seperti kejadian kemarin.

“Rumah sakit segera menyiapkan ruangan-ruangan untuk penanganan kasus Covid-19. Teristimewa yang bergejala sakit sedang menuju ke berat, berat maupun yang kritis. Kerja sama antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, rumah sakit provinsi, rumah sakit kabupaten hingga di level Puskesmas, itu menjadi  kata kunci untuk kita bisa mengatasi ledakan ketiga,” tuturnya.

Ia berharap, jika tanpa gejala pilihannya harus dilakukan isolasi mandiri. Namun jika isolasi mandiri di rumah tidak memungkinkan, mendorong Satgas-satgas di kabupaten/kota untuk  kembali mempersiapkan isolasi terpusat.

“Intinya, fasilitas kesehatan segera mempersiapkan diri. Sehingga ketika ada kasus yang berat, kita tidak tergopo-gopo seperti  kejadian kemarin,” pungkasnya. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *