Aktivitas Kembali Dibatasi, Sekolah Belajar Daring

Aktivitas belajar tatap muka terbatas yang dilakukan di SD Negeri Inpres Bertingkat Waena, beberapa waktu yang lalu. Karena pningkatan kasus Covid-19, aktivitas belajar untuk tingkat PAUD, SD dan SMP di Kota Jayapura kembali dilakukan secara daring selama bulan Februari 2022. (Ayu/Cepos)

Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., berbincang-bincang dengan beberapa peserta rapat usai rapat Pemkot Jayapura bersama Forkopimda Kota Jayapura yang membahas perkembangan kasus Covid-19 di Kota Jayapura di aula Sian Soor, kantor Wali Kota Jayapura, Rabu (2/2). (Ayu/Cepos)

*Tempat Ibadah, Wisata dan Pernikahan Dibatasi 50 Persen

JAYAPURA-Pemerintah pusat kembali meningkatkan status PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) level III untuk tiga kota di Provinsi Papua yaitu Kota Jayapura, Wamena dan Serui yang berlaku dari tanggal 1 hingga 14 Februari 2022.

Terkait peningkatan status PPKM Level III untuk Kota Jayapura, Pemkot Jayapura kembali memperketat aturan dalam rangka melakukan pencegahan dan penanganan Covid-19 di Kota Jayapura.

Dari rapat evaluasi Covid-19 yang dipimpin langsung Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., yang diikuti Forkopimda Kota Jayapura, Satgas Covid-19 Kota Jayapura serta instansi terkait lainnya, diputuskan untuk kembali melakukan pembatasan aktivitas masyarakat dan perekonomian di Kota Jayapura.

Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., menyampaikan bahwa aktivitas masyarakat dan perekonomian kembali dibatasi. Dimana aktivitas hanya diizinkan mulai pukul 06.00 hingga pukul 21.00 WIT.

“Kalau lewat dari waktu yang sudah ditetapkan, maka  langsung tim kita turun untuk berikan sangsi kepada mereka,” tegas BTM kepada awak media usai rapat di aula Sian Soor kantor Wali Kota Jayapura, Rabu (2/2) kemarin.

Selain pembatasan waktu aktivitas masyarakat dan perekonomian, BTM yang juga ketua Satgas Covid-19 Kota Jayapura mengatakan, kapasitas tempat ibadah, tempat wisata dan pernikahan juga dibatasi hingga 50 persen.

“Setiap satu bulan sekali kita selalu mengadakan rapat terkait perkembangan Covid-19 di Kota Jayapura dan mengevaluasi. Selain itu kita juga membahas langkah apa yang dilakukan dalam penanganannya. Jadi kami sudah mengambil beberapa kebijakan yang akan diterapkan sepanjang bulan Februari ini,” tuturnya.

Dalam rapat kemarin, Pemkot Jayapura menurut BTM juga akan melayangkan surat ke Kementerian Perhubungan RI untuk meminta pembatasan kapal putih (kapal Pelni) yang masuk di Pelabuhan Jayapura. Pasalnya, sejak Pemkot Jayapura melalui Satgas Covid-19 Kota Jayapura melakukan pengawasan saat kapal putih masuk, banyak ditemukan penumpang yang terkonfirmasi reaktif Covid-19 berdasarkan hasil rapid antigen.

“Kapal yang masuk akan dibatasi. Misalnya ada enam kapal, kami batasi jadi tiga saja. Selain itu, ada beberapa pelabuhan tertentu seperti Bau-bau yang penumpangnya tidak boleh turun di Pelabuhan Jayapura. Kami juga akan memulangkan ke daerah asalnya bagi penumpang yang tidak memiliki kartu identitas. Aktivitas di pelabuhan juga harus dengan prokes ketat,” tegasnya.

Hal lain yang diputuskan dalam rapat kemarin menurut BTM yaitu terkait aktivitas belajar tatap muka yang sudah dilakukan secara terbatas, kembali akan dilakukan secara online alias daring.

“Keputusan kami untuk pendidikan di tingkat TK/PAUD, SD dan SMP akan kita lakukan secara daring pada bulan Februari,” tuturnya.

Kebijakan ini menurut BTM berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri no. 7 Tahun 2022 dan akan ditindaklanjuti dengan Instruksi Wali Kota Jayapura no. 2 tahun 2022.

“Sedangkan untuk SMA dan perkuliahan bukan wewenang kami. Namun jika ingin mengikuti keputusan dari hasil rapat hari ini (kemarin, red) maka kami persilakan,” ujarnya.

Dalam rangka melakukan pencegahan dan penanganan Covid-19 di Kota Jayapura, Pemkot Jayapura menurut BTM akan terus gencar melakukan kegiatan vaksinasi Covid-19. Hingga saat ini, warga Kota Jayapura yang telah menerima vaksinasi dosis pertama mencapai 79 persen. Sementara untuk dosis kedua 56 persen dan dosis ketiga atau booster mencapai 31 persen. “Pelaksanaan vaksinasi di Kota Jayapura tetap kita meyasar warga lanjut usia dan anak usia 6-11 tahun serta masyarakat umum,” tambahnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Debora B. Rumbino mengakui adanya keputusan rapat Pemkot Jayapura bersama Forkopimda Kota Jayapura yang memutuskan untuk aktivitas belajar mengajar di Kota Jayapura tingkat TK/PAUD, SD dan SMP akan kembali dilakukan secara online atau daring.

Mengenai penyebaran kasus Covid-19 di lingkungan sekolah, Debora Rumbino mengaku baru mendapat informasi dimana salah seorang pelajar SMP terkonfirmasi tertular Covid-19.

“Saya baru dapat info ada satu siswa SMP yang terkena dan tertular dari orang tuanya yang bekerja di bank. Sementara sedang melakukan isolasi mandiri,” jelasnya saat ditemui Cenderawasih Pos di ruang kerjanya, kemarin.

Terkait temuan kasus ini, Debora Rumbino mengaku telah meminta Satgas Covid-19 untuk melakukan rapid antigen terhadap semua pelajar SMP yang satu kelas dengan anak yang terkonfirmasi Covid-19. (rhy/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *