SSB Nafri Tantang SSB Cenderawasih di Laga Pembuka

Tim dari SSB Nafri menunjukkan kostum yang akan digunakan dalam teknikal meeting di Café Humbold Entrop, Senin (1/2) kemarin. ((Gamel Cepos))

Yusuf Kurniawan: Bukan Soal Menang Kalah Tapi Mental dan Respect
JAYAPURA – Kompetisi Liga Top Skor Papua U-14 tahun segera dimainkan. Tercatat 11 tim yang akan ambil bagian pada event yang akan digelar pada 4 Februari mendatang. Untuk laga pembuka sendiri nantinya akan berhadapan tim tuan rumah, SSB Nafri melawan SSB Cenderawasih di Lapangan SSB Nafri, Abepura. Setelah itu akan diperhadapkan tim SSB Yofa Ayapo v SSB Manuai Yoka, SSB RBC SPN v SSB Volta PLN, SSB Tunah Muda Hamadi v SSB Orion Sentani, SSB Sumber Makmur v SSB Bhayangkara Numbay dan SSB Imanuel Sentani.
Tim – tim ini akan berlaga selama kurang lebih 2 pekan dengan system setengah kompetisi dan semua tim akan bertemu dalam 1 putaran. “Nantinya ada penghitungan poin dan yang juara adalah scudeto jadi semua 11 tim ini akan bertanding pada setengah kompetisi,” kata Ketua Penyelenggara Liga Top Skor Papua, Guntur Lukas Tjoe dalam teknikal meeting di Café Humbold, Entrop, Selasa(1/2).
Seluruh pelatih dan official diberi penjelasan soal aturan main dimana secara umumnya hampir mirip dengan kompetisi sepakbola lainnya namun yang ditekankan disini adalah liga Top Skor Papua ini lebih banyak menitikberatkan tentang adanya kompetisi usia dini yang tetap bergulir kemudian secara konsisten, memberi jam terbang bagi anak – anak usia dini agar bisa merasakan atmosfir pertandingan sekaligus membentuk karakter pemain itu sendiri.
“Jadi bukan soal menang atau kalah, sepakbola apalagi usia dini tidak disitu tujuannya. Yang terpenting adalah bagaimana adik – adik kita ini memiliki sikap respect antar pemain, kepada sesama pelatih kemudian wasit sebab usia dini yang dinilai adalah poin ahlak perilaku yang membentuk, menemukan kepercayaan diri, pengalaman bertanding dan kemampuan tehnik. Jangan justru ditanamkan harus menang kalah, bukan disitu tujuannya,” beber Yusuf Kurniawan, Direktur Liga Top Skor Indonesia dalam meeting zoomnya. Pasalnya kata presenter bola yang biasa dipangil Yuke ini, sepakbola bisa menjadi wadah untuk berkembang dan disitu perlu ditanamkan sikap respect dan menghargai sebuah kompetisi.
“Sebab ini akan berkelanjutan dan akan ketemu lagi. Jadi teman – teman harus bisa memiliki sikap tadi,” imbuhnya. Ia menceritakan beberapa hari sebelumnya digelar di Madiun dan berjalan lancar. Ia meyakini di Papua juga bisa melakukan hal serupa. “Ketidakpuasan terhadap perangkat pertandingan, panitia itu hal yang wajar tapi mari disampaikan dengan cara – cara yang baik. Jangan official mengekspresikan dengan cara yang tidak baik dan ditonton anak – anak” beber Yuke. Ia berharap untuk usia 14 dan 16 nanti akan melahirkan pemain berkualitas ke depan. “Kita juga tidak selalu harus menjadi menang tapi bagaimana menit bermain kepada anak – anak ini diberikan sehingga taka da istilah cadangan mati,” imbuhnya.
Sementara Guntur Lukas Tjoe menyampaikan bahwa seluruh pemain saat dilakukan screening wajib mengikuti rapid tes dan ini hal baru. “Jadi peserta yang bermain nanti semua bisa dipastikan sehat dana man. Semua rapid dilakukan gratis dan ditanggung panitia. Kami juga berterimakasih kepada Ketua Kadin Kota yang memberikan tempat dan ikut mensuport event ini,” imbuhnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *