Miris, Tiga Tahun SD YPPK Bibikem Lumpuh

Kondisi SD YPPK Bibikem, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke. Tampak puluhan  anak-anak usia sekolah berdiri di depan gedung sekolah yang sudah ditumbuhi rumput yang cukup tinggi. Tiga tahun sekolah ini tidak operasional karena guru tidak ada di tempat. (Yustus for Cepos )

MERAUKE – Sudah tiga tahun SD YPPK Bibikem, Distrik Ilwayab Kabupaten Merauke lumpuh karena tidak ada proses belajar mengajar. Dari foto yang dikirimkan Pastor Yustus Erasmus Lim, Pr, tampak puluhan  anak-anak usia sekolah berdiri di depan gedung sekolah yang sudah ditumbuhi rumput yang cukup tinggi. Terlihat juga ruang kelas dalam keadaan ditutup dan sekolah tersebut seperti tidak terurus. Pastor Yustus Erasmus Lim, saat dihubungi media ini mengungkapkan, sudah 3 tahun sekolah tersebut tidak ada proses belajar mengajar karena tidak ada guru di sekolah tersebut.
Kepala Sekolah Silvester, satu-satunya guru yang berstatus PNS di sekolah ini selama 3 tahun tidak pernah berada di tempat. “Dulu ada 3 guru honorer, tapi mungkin karena kepala sekolah tidak pernah perhatikan hak-haknya sehingga ketiga honorer itu pindah ke tempat lain. Padahal, siswa yang ada di sekolah ini cukup banyak, lebih dari 100 orang,” kata Pastor Yustus.
Kondisi yang terjadi di sekolah ini, ungkap Pastor Yustus, sebenarnya sudah diketahui oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke. Bahkan, kata dia, setidaknya Kadis Pendidikan sudah 2 kali ke Ilwayab dan menerima laporan kondisi sekolah tersebut. Tapi, sampai sekarang belum ada solusi yang diberikan Dinas Pendidikan dalam menyelamatkan anak-anak tersebut dari kebodohan. Bahkan, jelas dia, Tahun 2021 lalu tidak ada ujian akhir di sekolah tersebut. “Karenanya, anak-anak di sini sudah lanjut usia tapi belum tamat SD karena sekolah lumpuh. Memang miris melihat kondisi pendidikan kita seperti ini,” jelasnya. Pastor Yustus menjelaskan lebih jauh bahwa pada Musrenbang tahun 2021 lalu, masyarakat sudah mengusulkan untuk pergantian kepala sekolah, karena tidak pernah melaksanakan tugasnya. Tapi sampai sekarang permintaan masyarakat tersebut tidak ditindaklanjuti. “Kalau memang kepala sekolahnya tidak mau melaksanakan tugas di sana, lebih baik diganti dengan orang yang benar-benar punya hati dan terpanggil untuk melayani di sana. Kalau kondisi terus begini, akan ada lost generation,” tambahnya. Tahun lalu, SD YPPK Bibikem tidak melaksanakan ujian sekolah dan kemungkinan tahun ini juga anak-anak di sekolah tersebut tidak ikuti ujian bisa anak-anak tidak segera dilaporkan dalam Dapodik. (ulo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *