Kecewa, Penumpang Kapal Tak Berikan Identitas Asli

Penumpang kapal KM Ciremai yang dilakukan pemeriksaan saat turun dari kapal, pekan kemarin. Disayangkan, para penumpan tidak semua jujur menyampaikan alamat domisilinya, sehingga kesulitan dilacak saat dinyatakan positf dalam pemeriksaan PCR. /(Humas Kota for Cepos)

Ni Nyoman Sri Antari.(ayu/Cepos)

JAYAPURA-Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari mengaku kecewa melihat sikap masyarakat yang tidak kooperatif dengan aturan dan kebijakan yang disepakati. Utamanya bagi pendatang dari luar Papua yang terdeteksi Covid-19.
Sri Antari mengatakan, data alamat yang diberikan tidak sesuai ketika dilakukan tracing. “Ketika mereka dilacak ada yang sudah di Keerom ada yang di Kabupaten. Jadi nggak semua di kota ternyata. Jadi memang terus terang seperti sia-sialah kita, artinya agak mengecewakan. Kita dapat data dari mereka yang asal ngomong.” ujarnya kepada Cenderawasih Pos, Senin (31/1).
Usai diperiksa dan terbukti positif para penumpang kapal diberikan obat-obatan untuk dikonsumsi. “Kita hanya berikan obat dan mereka melakukan isolasi mandiri di rumah. Karena memang mereka ini tergolong yang bergejala ringan. Jadi mereka pasti akan memberikan penolakan jika dibawa.” tuturnya.
Kendati demikian, pihaknya juga berpesan agar masyarakat memiliki kesadaran untuk bisa saling menjaga. “Kita kan sudah 2 tahun ya menghadapi ini, harusnya sudah tau lah harus bagaimana agar jangan sampai menularkan ke orang lain atau sekitar. Prinsipnya tetap, ko jaga sa, sa jaga ko. Jadi jaga keluarga dan jaga diri sendiri.” imbuhnya.
Dalam seminggu sudah beberapa kapal yang memasuki Kota Jayapura diantaranya KM. Ciremai dan KM. Dobonsolo sehingga terjadi peningkatan kasus positif covid 19. Tidak hanya lewat jalur laut, hal serupa juga terjadi di bandara. Data terkini jumlah korban yang terinfeksi virus covid-19 sejumlah 83 kasus. (rhy/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *