80 Tahun Menanti Kini Lahir Pastor Sulung Bagi Keerom

Bupati Keerom Piter Gusbager S. Hut. MUP berfoto bersama 3 Pastor yang baru saja ditahbiskan di Gereja Katolik Paroki Santo Wilibrodus dimana salah satunya adalah putra asli Keerom yakni Pastor Soterus Pangguem OSA, Minggu (30/1). (Humas Keerom For Cepos )

Bupati Gusbager: Hari Bersejarah, Terima Kasih Atas Anugrah Ini
ARSO- Kurang lebih 80 Tahun umat Katolik Kabupaten Keerom menanti lahirnya Pastor asli anak Keerom. Akhirnya terjawab dengan di tahbiskan Pastor Soterus Pangguem OSA di Gereja Katolik Paroki Santo Wilibrodus di Arso Kota pada sabtu (30/1).
Soterus Pangguem OSA sendiri yang merupakan putra asli Keerom ditahbiskan bersama dua Pastor lainnya yakni Pastor Patrisius Sutrisno OSA dan Paulus Harry OSA.
“Mereka ini adalah anak-anak Papua sejati salah satunya adalah anak asli Keerom yakni Pastor Soterus Pangguem OSA. Mereka adalah anak sejati yang dipanggil Tuhan dan terpilih untuk melayani di kebun anggur Tuhan dan selamat melayani,  semoga semua yang dilakukan hanya untuk kemuliaan Tuhan,”Ungkap Bupati Keerom Piter Gusbager S.Hut. MUP ketika memberikan sambutan pada acara pentahbisan tersebut.
Ia menambahkan bahwa 30 Januari 2022 adalah tanggal dan hari yang dinanti nanti masyarakat Keerom.  Wilayah Keerom adalah wilayah pertama yang dimasuki oleh gereja Katolik di wilayah Keuskupan Jayapura.  Dan kini penantian itu telah terjawab.
“Mereka ini adalah putra putra asli Papua,  dan salah satunya adalah putra asli Keerom. Setelah penantian selama 80 tahun kini Keerom memiliki Pastor yang merupakan putra asli Keerom. Terimakasih atas anugerah ini, ” ujar Gusbager.
Lebih lanjut Gusbager mengatakan bahwa sejarah pemerintahan dengan gereja tidak dapat dipisahkan. Oleh karena itu dalam APBD tahun 2022 telah dianggarkan dana bantuan bagi gereja.  “Bukan hanya dana bantuan bagi pembangunan dan pengembangan gereja saja,  namun juga bagi seluruh agama,  baik yang Islam,  Hindu,  Budha, ” tegas Gusbager.
Pada kesempatan ini Gusbager juga meminta agar kita mewaspadai berbagai macam virus yang menyerang. Saat ini bukan hanya virus atau Covid-19 saja yang berbahaya,  namun ada virus lain yang lebih berbahaya.  Virus itu adalah virus kebencian,  virus mementingkan kepentingan sendiri, virus kedengkian dan berbagai virus lainnya. Namun jangan takut,  sebab obat paling mujarab dari Tuhan adalah kasih.  Untuk itu saya mengajak semua orang tua, bapa dan mama agar menjadi teladan untuk membangun dan menyebarkan kasih mulai dari keluarga dan berkembang di kalangan masyarakat luas.
“Orang Katolik harus siap berkorban untuk sesama umat  dan daerah ini. Untuk itu kita harus bersatu,  kita harus berpikir positif dan kita akan membangun persaudaraan sejati,” ujarnya.
Hendaknya gereja Katolik menjadi pilar paling depan untuk menjaga perdamaian dan kerukunan. Komitmen pemerintah untuk membangun masyarakat akan terus dilakukan. (Humas/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *