IBI Keerom Diminta Berwawasan dan Berpengetahuan Global

Bupati Keerom Piter Gusbager S.Hut. MUP ketika membuka Musyawarah Cabang IV dan Seminar Ilmiah Ikatan Bidan Indonesia Kabupaten Keerom yang dilaksanakan di Gedung Pramuka Keerom, Sabtu (29/1). (Ginting/Cepos)

ARSO-Bupati Keerom Piter Gusbager S.Hut. MUP menegaskan bidan dan tenaga Kesehatan Kabupaten Keerom harus memiliki pengetahuan dan wawan kesehatan global. Hal ini ditegaskan Bupati dalam sambutannya pada Musyawarah Cabang IV dan Seminar Ilmiah Ikatan Bidan Indonesia Kabupaten Keerom yang dilaksanakan di Gedung Pramuka Keerom, Sabtu (29/1)
“IBI merupakan organisasi yang sangat penting dan kedepan harus aktif dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya. Dengan adanya musyarawah ini harus ada kesepakatan bersama dimana pengurus yang dipilih harus memiliki kepercayaan dari anggotanya. Pengurus harus berintegritas, profesional dan bertanggungjawab,”bebernya.
Bupati asli anak Keerom ini juga berkeinginan IBI Keerom harus melakukan pembenahan menyeluruh dan membuat gebrakan sesuai dengan visi IBI itu sendiri dengan berwawasan dan berpengetahuan berstandar Internasional .
“Tantangan hari ini penyekit, virus dan lainnya sudah secara global sehingga harus dipahami betul masalah ini dengan standar Internasional pula dan IBI Keerom harus mengikuti standar global atau internasional dan bergerak secara lokal dengan melihat kebiasaan dan budaya masyarakat Keerom,”tegasnya.
Bupati yang merupakan alumni UNIPa ini menegaskan bahwa  kesehatan adalah urusan dasar sehingga wajib untuk mengurus kesehatan dengan anggaran yang cukup. Undang-undang telah  mengamanatkan harus diperhatika  dengan baik  tetapi dilapangan bisa dibilang selama ini belum diperhatikan dengan serius.
“Angka kematian ibu masih tinggi di Keerom terutama di daerah pedalaman banyak ibu-ibu yang tidak paham dengan kondisi kesehatannya. Inilah tugas bidan-bidan Keerom untuk menjadi bidan profesional dan berintegritas,”mintanya.
Kedepan juga diminta harus ada pengembangan kapasitas SDM untuk bidan dan tenaga kesehatan lainnya di Kabupaten Keerom sehingga tidak tertinggal dibandingkan dengan daerah lain.
“Untuk kenaikan pangkat saya sudah agendakan pelantikan fungsional di Kabupaten Keerom. Maka itu saya minta BKD untuk mempercepat prosesnya.  Dinas Kesehatan juga diminta mempercepat prosesnya sehingga dokumen tersebut sampai kemeja saya. Saya minta awal Februari berkasnya sampai kemeja saya sehingga kita lantik. Dalam waktu dekat saya kita lantik para OPD Keerom dan kedepan baru ASN fungsional,”bebernya.
Pada kesempatan tersebut para bidan juga berdialog dengan Bupati meminta seperti sekretariat, tenaga pengajar serta pengangkatan pegawai magang yang bertugas di pedalaman. Bupati siap memberikan sekretariat, tenaga pengajar dan sedangkan mengenai pengangkatan bidan magang, Bupati meminta dinkes menyampaikan data bidan magang yang ada di Kabupaten Keerom dilakukan pendataan dan selanjutnya dilaporkan.
Sementara itu Ketua IBI Kabupaten Keerom Adolina T.I. Gandeguai mengatakan musyawarah yang dilaksanakan selama lima tahun ini adalah untuk mengevaluasi kinerja bidan di kabupaten keerom selama lima tahun belakangan dan mempersiapkan program kerja di lima tahun kedepan.
“Mempersiapkan bidan yang berkualitas harus dipersiapkan sedini mungkin dan persoalan yang kami alami adalah untuk kenaikan pangkat kami harap dukungan Pemda Keerom dan kami mohon bantuan Pemkab untuk membantu bidan kami  untuk melanjutkan pendidikan,”Pungkasnya.(gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *