BKO Polda Papua, 10 SSK Brimob Nusantara dan 800 Personel TNI Amankan PSU Yalimo

 Anggota Brimob dan TNI saat melakukan pengamanan di salah satu TPS yang ada di Elelim pada PSU pemilihan Bupati dn wakil Bupati Yalimo, Rabu, (26/1). (Denny/ Cepos )

WAMENA—BKO Polda dan 10 SSK Brimob Nusantara serta 800 personel TNI melakukan pengamanan pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Yalimo, Rabu, (26/1). Mereka disebar ke 5 distrik yakni Abenaho, Apalapsili, Elelim, Welarek dan Benawa.
Kapolres Yalimo, AKBP Hesman Napitupulu menyatakan, kondisi keamana untuk Kabupaten Yalimo masih cukup terkendali. Untuk pengamanan PSU ini, Polres Yalimo mendapat dukungan BKO dari Polda Papua untuk pengawalan logistik dan pengamanan di TPS-TPS.
“ Selain bantuan BKO dari Polda Papua, kami juga mendapat bantuan dari Kapolri 10 SSK Brimob Nusantara, di mana 8 SSK telah tersebar di seluruh Kabupaten Yalimo, baik di Elelim sendiri sebagai ibukota Kabupaten maupun di 4 distrik lainnya,”ungkapnya Rabu (26/1) saat ditemui di Elelim.
Sedangkan 2 SSK Brimob Nusantara yang lainnya ada di Wamena dan mereka khusus untuk melakukan patroli dari Wamena sampai Elelim dan rutin dilaksanakan sehingga pelaksanaan PSU ini dapat berjalan dengan aman.
“Kami berharap dengan adanya PSU ini sampai terpilihnya pimpinan daerah yang baru, Yalimo semakin aman, tidak ada lagi aksi -aksi yang memprovokasi warga,”jelasnya
Di tempat yang sama, Dandim 1702/ Jayawijaya, Letkol Inf. Arif Budi Situmeang, SIP menyatakan, pihaknya dari Kodim 1702/ Jayawijaya yang membawahi Kabupaten Yalimo sudah membackup pengamanan pada kepolisian, sebanyak 800 orang personel yang diturunkan.
“ Personel yang kita perbantukan di Kabupaten Yalimo ada 800 orang, kita juga sudah sebar di 5 distrik yang ada di Kabupaten Yalimo,”jelasnya.
Dandim juga memastikan, telah menyiapkan sejumlah pasukan yang siap digerakkan dari Kabupaten Jayawijaya ke Kabupaten Yalimo apabila ada kontigensi.
“Koordinasi kami di lapangan dengan Kapolres Yalimo juga cukup baik untuk operasi yang dilakukan seperti, cipta kondisi, penggalangan para tokoh, mediasi kepala suku atau yang dituakan dalam adat, sudah dilakukan sebelum pelaksanaan PSU,”kata Situmeang.
Pihaknya berharap pelaksanaan PSU ini bisa berjalan dengan baik, pihaknya merasakan keresahan yang ada di masyarakat, mereka sudah jenuh dan juga ingin memiliki pemimpin yang baru.”Mudah -mudahan pelaksanaan PSU ini berjalan dengan lancar dan bisa segera terpilih pemimpin yang baru untuk masyarakat Yalimo sehingga bisa memulihkan situasi kembali di tengah masyarakat,”tutupnya. (jo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *