Aparat Trus Korban Pigai Usul Stop Pemekaran Karena Mempermudah OAP  Beli Senjata  

Natalius Pigai. Pigai for cepos

JAYAPURA –  Menanggapi sejumlah kasus penembakan yang mengorbankan aparat TNI Polri saat berhadapan dengan tentara pembebasan nasional Papua Barat, (TPN – PB) aktivis kemanusiaan Republik Indonesia natalius pigai mengungkapkan bahwa dirinya sudah pernah memberikan peringatan kepada Mendagri, Anggota DPR RI dan berapa partai politik agar berhati-hati dalam melakukan pemekaran.

Ia menilai dengan dilakukannya pemekaran akan mempermudah orang Asli Papua , (OAP) untuk membeli senjata dan  mereka  bisa membahayakan masyarakat sipil Nusantara lainnya serta aparat tni-polri.

“Saya pernah bilang Mendagri sewaktu Kapolri, saya bertemu Ketua Komisi II DPR, Fraksi Demokrat, PKB, PKS dan lainya, (Membicarakan terkait dampak pemekaran provinsi Papua,)” ujarnya, kepada Cenderawasih Pos melalui whatsappnya Kamis, (27/1).

Dia mengatakan yang paling fatal jika terjadinya pemekaran provinsi akan terjadi pembelian senjata yang lebih modern dengan kapasitas ledakan yang cukup untuk melawan aparat dan terjadi perang sipil terjadi.

Hal ini, dikatakan karena melihat sebulan terakhir ini terjadi penembakan yang mengakibatkan korban terhadap aparat TNI Polri terhitung ada tiga peristiwa penembakan di awal  tahun 2022 dengan wilayah yang berbeda,  Pertama ada Anggota Brimob tertembak di dada dalam penyerangan yang dilakukan TPN – PB di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Sabtu (22/1),

Kedua Kontak tembak juga terjadi antara TPN – PB  dan anggota Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 20/Pawbili Pelle Alang pecah di pertengahan jalan antara Kampung Faan Kahrio dan Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur Tengah, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Kamis (20/1). Akibat peristiwa ini, satu prajurit TNI gugur dan tiga prajurit lainnya luka-luka dan yang terbaru selang seminggu di hari yang sama Kamis, (27/1). TPN – PB melakukan penyerangan terhadap pos TNI di Bukit Tepuk Kampung Jenggernok, Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Papua. Insiden itu berlanjut hingga terjadi kontak tembak dan menyebabkan dua orang prajurit TNI gugur.

Melihat hal ini Natalius Pigai meminta kepada Presiden Joko Widodo dan pemerintahan terkait untuk tidak melakukan pemekaran karena akan berpeluang besar terjadinya perang sipil.

“Jika Papua dimekarkan maka org Papua akan beli Senjata dan BOM lawan Aparat dan perang sipil,” Kata Pigai.

Sehingga sebagai aktivis hak asasi manusia ia menyarankan agar pemerintah dapat berpikir bijak untuk melakukan pemekaran, demi kemanusiaan karena berpeluang terjadinya perang sipil.

“Demi Kemanusiaan saya saran jangan mekarkan Papua,” katanya, (oel).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *