Serahkan 173 Sapi, Bupati Gusbager Minta Dipelihara dan Dikembangbiakkan

Bupati Keerom Piter Gusbager S.Hut. MUP ketika menyerhkan 173 ekor sapi kepada kelompok-kelompok tani yang ada di Kabupatem Keerom yang di laksanakan di Distrik Skanto, Rabu (26/1). (Ginting/Cepos)

Berharap Keerom Nantinya Jadi Lumbung Peternakan Sapi

JAYAPURA-Bupati Keerom Piter Gusbager S.Hut. MUP berahap nantinya Kabupaten Keerom dapat menjadi lumbung peternakan sapi yang dapat mengirim hasil peternakannya dari Kabupaten Keerom ke kabupaten lainnya bahkan keluar Provinsi Papua.

Hal itu ditegaskan Bupati anak asli Keerom ini ketika menyerahkan 172 anakan sapi kepada kelompok-kelompok tani yang ada di Kabupaten Keerom yang dilaksanakan di Arso XIV Distrik Skanto pada Rabu (26/1). Penyerahan sapi ini sendiri merupakan program kerja Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Keerom Tahun 2021.

“Hari ini kita menyerahkan kepada beberapa kelompok tani dan setiap kelompok kita memberi 5 sapi anakan  atau bibit yang jumlahnya 172 sapi untuk dipelihara dan dikembangbiakkan untuk kepentingan kelompok tani,” Ungkap Bupati Gusbager.

Bupati Gusbager menambahkan bahwa penyerahan anakan sapi tersebut merupakan program kerja Bupati dan Wakil Bupati Wafir Tahun 2021 dan menggunakan APBD Tahun 2021 dan asal sapi tersebut berasal dari Sulawesi Selatan yang merupakan bibit terbaik dan sudah melalui prosedur karantina hewan.

“Harapan saya anggota kelompok tani dapat menjaga dan memelihara sapi ini berkembang biak, tidak di potong dan dijual tapi pelihara sampai kita liat hasilnya dan suatu hari nanti kita bisa jual dan panen ya,”bebernya.

Untuk menyukseskan hal itu setiap ketua kelompok diminta mengambil perannya dan tanggungjawab bagaimana memastikan sapi tersebut sehat, bertumbuh dan dapat berkambangbiak. “Jika betinanya nanti tidak bisa beranak atau tidak bisa bunting minta bantuan kedinas teknis maka harus berkembang biak dan nantinya dapat dibagi lagi ke anggotanya yang lain,”katanya.

“Sekali lagi sapi ini tidak untuk dijual dan dipotong, tetapi dipelihara dan dikembangbiakkan. Tolong jaga kepercayaan dari pemerintah dan saya harapkan Keerom menjadi wilayah produksi, hari ini kita membeli tapi suatu saat Keerom menjadi daerah asal bibit sapi seperti ini,”katanya.

Ia menilai lahan pertanian Keerom sangat luas sehingga cocok untuk peternakan sapi dan penyediaan pakannya. Hal itu sesuai dengan programnya yang sedang fokus membuka perkebunan jagung sehingga sudah searah dengan perkembangan peternakan.

“Jika kita sudah produksi jagung disatu sisi peternakannya juga harus berkegerak sehingga petugas penyuluh sangat penting, tugas kepala Dinas Pertanian memastikan penyuluhnya benar-benar dekat dengan petani dan peternak sehingga saat mereka ada masalah penyuluhnya tidak ada sehingga hasil yang kita inginkan sulit tercapai,”Pungkasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Keerom Ferdinand Kerkik mengatakan 173 sapi yang sapi jantan 16 dan betina 157 dan menggunakan anggaran Tahun 2021. Adapun bisa dibagikan saat ini karena harus melakukan proses karantina yang cukup lama terkait penyakit yang tidak diinginkan dan juga disebabkan pengiriman yang cukup lama.

“Kita akan laksanakan sesuai petunjuk Pak Bupati yakni 2-3 semua akan tersalurkan kepada kelompok-kelompok yang ada dan kiya harap ini dapat dijaga dan dipelihata dengan baik,”Pungkasnya.(gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *