Tiga Calon Ketua DPD KNPI Cabut Berkas

Calon Ketua DPD KNPI Papua Leo Himan saat mencabut berkas pencalonan ketua DPD KNPI Provinsi Papua di sekretariat panitia Musda Kotaraja, Minggu (23/1). (Noel/Cepos)

JAYAPURA-Panitia Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Provinsi Papua Versi Albertho G Wanimbo dinilai menjalankan Musda tidak sesuai Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan Pedoman Organisasi KNPI, salah satu dari tiga calon ketua KNPI menyatakan mengundurkan diri dengan mencabut kembali berkas pencalonannya dari Panitia Musda
Calon Ketua KNPI Yulianus Dwaa melaui surat resminya mempertanyakan sikap Ketua DPD KNPI Provinsi Papua, Ketua SC dan OC MUSDA Provinsi – XV DPD KNPI Provinsi Papua yang terkesan membiarkan problematika DPD Il KNPI Kabupaten/Kota dengan tidak mengklarifikasi atau mengupayakan pelaksanaan Musda DPD II untuk memenuhi 50-14 DPD II yang definitif sebagai Peserta Musda yang merupakan salah satu poin tuntutan, dalam pernyataan sikapnya sebelumnya.
“Mengingat Problematika DPD II dan Dinamika KNPI secara Nasional yang telah berdampak pada soliditas Pemuda di Tanah Papua, serta urgensi perpanjangan SK DPD KNPI Provinsi Papua, maka selaku bakal calon, saya menolak semua tahapan Pelaksanaan Musda Provinsi – XV DPD KNPI Provinsi Papua yang tertutup, tidak transparan, tergesa – gesa dan terindikasi dipaksakan untuk mengamankan bakal calon tertentu, serta mendesak semua bakal Calon dan semua OKP Untuk menolak semua tahapan Musda XV sampai Kongres Penyatuan DPP KNPI dilaksanakan di Pusat,” katanya.
Hal serupa juga dilakukan Calon Ketua DPD KNPI Papua Benyamin Gurik. Ia mengatakan dirinya sempat menghadap ketua SC Musda KNPI untuk menarik berkas yang pernah ia masukan untuk mendaftar sebagai bakal calon ketua DPD KNPI Papua versi AGW beberapa waktu itu.
“Alasannya, saya terlanjur mengambil formulir dan mendaftar sebagai calon kandidat di tahapan yg dilakukan oleh SC yg dibentuk oleh bung AGW. Belakangan saya melihat jelas adanya setingan yang tidak sehat, penuh kepentingan dan benar – benar tidak mendidik yang dibuat untuk mengamankan kepentingan oknum tertentu. Untuk itu, demi menjaga dan memberikan pembelajaran berorganisasi yang baik dan benar, saya harus menarik berkas,” kata Benny Gurik.
Dirinya harus menarik berkas untuk menunjukkan kepada semua pemuda dan pimpinan OKP pendukungnya di Papua bahwa, dalam ber-KNPI ada aturan yang siapapun harus patuh.
“Saya tidak ingin jadi aktor yg menginjak – injak dan merusak konstitusi KNPI yang dibangun dengan susah payah oleh para founding fathers KNPI yang berasal dari Cipayung,” katanya.
Dikatakan, niat baik pemerintah di bawah kepemimpinan Gubernur Lukas Enembe yang telah mengalokasikan anggaran pemuda hampir mencapai puluhan miliar di tiga tahun kemarin, harus kita dukung kedepan dengan program – program pembinaan pemuda yang jelas dan berdampak bagi pemuda.
Menurut Benny Gurik, KNPI yang sah, yang lahir melalui Kongres yang dilaksanakan oleh abang Muhammad Rifai Darus di akhir masa jabatannya di Bogor 2018 silam adalah Bung Haris Pratama. “Dalam rangka menjaga marwah KNPI, pemuda Papua wajib mendukung KNPI yang lahir melalui mekanisme yang sesuai dengan amanah AD/ART KNPI dan kita akan berjuang sambil meninggalkan jejak berorganisasi yang benar bagi para kader kita ke depan, maka saya Benyamin Gurik dengan sadar penuh menyatakan mengundurkan diri dari seluruh tahapan yang dilaksanakan oleh KNPI di bawah kepemimpinan AGW dan menyatakan dengan resmi, akan mengikuti tahapan Musda yang dilaksanakan oleh Karateker DPD KNPI Papua di bawah kepemimpinan bung Amin Ngabalin.” bebernya.
“Keputusan saya ini hanya demi penyelamatan wadah milik pemuda Papua di tingkat provinsi hingga ke tingkat distrik di setiap kabupaten/kota di Papua,” tandasnya.
Di tempat terpisah usai mencabut berkas pendaftaran calon Ketua DPD KNPI Papua Leo Hilman mengatakan pihaknya juga secara resmi mengundurkan diri karena tahapan yang dilakukan Steering Commite cacat hukum.
Sementara itu, Ketua Steering Comitte Musda DPD KNPI Papua Bobby Awi saat dikonfirmasi mengatakan bahwa, setiap calon DPD KNPI yang ingin mencabut berkasnya dan mengundurkan diri menurutnya hal itu sah-sah saja, karena merupakan hak masing-masing calon namun proses pelaksanaan Musda tetap berjalan yang direncanakan pada hari Senin (24/1) hari ini.
“Mau ambil (cabut berkas.red) atau tidak, terserah itu hak masing – masing calon, yang daftar ada 22 Calon yang kembalikan berkas 11 Calon dan yang undurkan diri ada dua orang, jadi itu hak mereka tapi musda tetap jalan,” ujarnya. (oel/tri).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *