Bersihkan Semua Sampah, Supaya Tidak Timbul Penyakit

Wakil Wali Kota Jayapura H Ir. Rustan Saru lakukan kerja bakti massal bersama warga di perumahan sekitar Youtefa, Sabtu (22/1). (Ayu/Cepos)

JAYAPURA-Ketua Satuan Tugas Penanganan Longsor dan Banjir di kota Jayapura, Ir. Rustan Saru yang juga sebagai Wakil Wali Kota Jayapura memimpin kerja bakti massal, Sabtu (22/01).
Kerja bakti kali ini diikuti oleh tim tanggap darurat pemerintah kota, bersama dengan beberapa aparat TNI-Polri, Polresta, Kodim, Yon zipur, Korem, Lantamal 10, dan beberapa OPD terkait, Orari, Rapi, LKKJ, Satpol PP, PDAM, BMKG.
Kegiatan kali ini dilakukan di seputaran kompleks pasar Youtefa. Baik dari Jalan Utama menuju Jembatan 2, bawah jembatan, serta di pinggir kali kiri kanan kali Acai, juga di sebelah utara dan sebelah barat pasar Youtefa.
“Kita mulai di depan Saga, jalan raya perumahan DPR, sampai ke jembatan Youtefa. Jembatan yang menuju ke pasar lama lewat PLN lewat BKN sampai ke jembatan. Kedua mulai dari depan Winner, pertigaan jalan itu terus sampai ke pintu masuk pasar Youtefa. Sebelah kiri pintu masuk pasar Youtefa, arah ke kiri, Masjid al asri. Kemudian sebelah kanan masuk pasar, itu juga sampai di pinggir kali dan menyisir dalam Kompleks Perumahan. Bukan di pinggir kalinya. Ada Jalan Lorong di lorong situ, itu dimasukin sehingga bisa bersih. Kemudian dua titik lagi sebelah kiri kali Acai dari pos 1 sampai dengan jembatan yang tembus BKN dan dari Pasar Youtefa Jembatan sebelah sampai ke jembatan yang tembus BKN juga.” Ujarnya.
Kerja bakti kali ini dimulai pada pukul 08.00 WIT sampai dengan pukul 11.00 WIT. Dirinya berharap bahwa dengan kegiatan ini dapat membantu masyarakat yang terdampak banjir dan longsor.
“Untuk membersihkan sisa sampah yang masih tersisa, tertinggal di rumah-rumah atau di masyarakat. Untuk kita sama-sama bersihkan agar kelihatan lebih baik, lebih bersih dan rapi.” ujarnya.
Menurutnya, hal ini penting sebab pasca banjir muncul kekhawatiran apabila tidak dibersihkan akan muncul masalah baru seperti penyakit. “Dengan kerja bakti ini memberikan suatu solusi yang terbaik dalam rangka menata, membersihkan dan menjaga agar lingkungan kita tetap bersih kembali seperti biasa.
Menurutnya yang menjadi persoalan adalah banyaknya sampah di dalam got. Sehingga dirinya memfokuskan seluruh petugas untuk menyisir got. Dirinya menghimbau untuk tetap menjaga kesehatan. Sebab informasi dari BMKG bahwa curah hujan akan berlangsung hingga akhir bulan Maret.
“Perlu kita waspada. Dan di bulan dua, adalagi extrem di situ. Tapi sekarang tim kita sudah bekerja mengeruk semua kali. Antara lain kali Acai, kali Siborgoni, Kali Konya sudah kami keruk semua. Sekarang jalan-jalan juga kita bersihkan.” Ujarnya.
Dirinya berharap bahwa dengan kerja keras tim dapat mengatasi maslaah sampah yang menyumbat hingga menyebabkan banjir. Menurutnya, fakta menunjukkan bahwa saat hujan deras dengan 338 mm per 6 jam membuat air meluap karena tidak bisa mengalir dengan lancar.
“Jadi saya bilang 6 jam itu paling tidak satu jam itu 30 senti. Jadi kalau 6 jam, ya 1 meter 80. Kalau dia tidak keluar gimana. Maka untuk itu kemarin sampai leher sampai dada. memang begitu teorinya. “ ujarnya. (rhy/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *