Bupati Gusbager: Fasilitas Umum Tidak Boleh Terganggu Hanya Karena Dipalang

Bupati Keerom Piter Gusbager S.Hut, MUP  ketika menyaksikan pembukaan pemalangan SD Negeri Pitewi Distrik Arso Timur Kabupaten Keerom, Kamis (20/1). foto: Ginting/Cepos

Buka Palang Lapas Perempuan dan Anak Jayapura dan Sekolah SD Pitewi

ARSO-Bupati Keerom Piter Gusbager S.Hut, MUP  meminta kepada masyarakat untuk tidak melakukan pemalangan segala infrastruktur atau fasilitas pendidikan dan pasilitas umumnya yang ada di Kabupaten Keerom. Adapun hal tuntutan adat istiadat mengenai hak-hak yang belum diselesaikan hendaknya disampaikan dengan baik dan menjalin komunikasi baik dengan Pemda Keerom.

Hal ini ditegaskan oleh Bupati Gusbager ketika membuka pemalangan SD Negeri Pitewi Distrik Arso Timur dan juga pembukaan palang Lapas Wanita dan Anak Kelas II Jayapura Distrik Arso, Kamis (20/1)

Pembukaan palang tersebut disaksikan juga oleh Kapolres Keerom AKBP. Christian Aer SH. S.IK, Kapalapas Perempuan Kelas III Jayapura, Sarlota Haay, Kadistrik Arso Lauren Borotian, para tokoh adat dan masyarakat sekitar.

Bupati Keerom Piter Gusbager S.Hut, MUP menerima aspirasi masyarakat yang melakukan pemalangan Lapas Perempuan dan Anak Jayapura, Kamis (20/1)

“Maksud dari pemalangan ini karena kemarin anak-anak kami tes (Kementerian Hukum dan HAM) tidak diterima dan maka ini kami palang, aspirasi adat belum terjawab dan ada ganti rugi pembebasan lahan lapas ini dua tahap sudah diberikan dan tahap selanjutnya itu yang belum dan setelah dipalang bapak bupati fasilitasi dan kami terima apa yang beliau sampaikan,”Ungkap Tokoh Adat perwakilan masyarakat yang sempat melakukan pemalangan Lapas Wanita dan Anak Kelas II Jayapura di Arso, Lukas Bagi setelah dibukanya palang Lapas tersebut.

Kepala Kalapas Perempuan Kelas III Jayapura Sarlota Haay SH mengungkapkan mengenai pemalangan karena minimnya anak asli Keerom yang lolos seleksi CPNS Kementerian Hukum dan Ham yang dimana penerimaannya menggunakan sistem online sehingga kewenangan penerimaan tersebut ada dipemerintah pusat.

“Ada tujuh yang seleksi namun tidak lulus maka itu dirinya bersama Bupati akan mencoba berkomunikasi dengan Kakanwil Hukum dan HAM Papua bagaimana anak-anak asli daerah tersebut dapat dipersiapkan secara matang dengan memberikan pelatihan dan akan lebih mudah berhasil dipenerimaan tahun mendatang,”katanya.

Bupati Keerom Piter Gusbager S.Hut. MUP mengatakan  mengenai pemalangan lapas diakibatkan kesalahan komunikasi yang terputus sehingga masyarakat merasa diabaikan.

“Memang ada kesepakatan mengenai tanah ini antara masyarakat, Kementerian Hukum dan HAM serta Pemda Keerom, ada tahapan pembayaran sisa dua tahap yang belum dilunasi dan saya berjanji di Februari untuk dibayarkan dan mereka terima, sedangkan aspirasi  mengenai adanya anak-anak adat yang tidak lolos CPNS  dan setelah di konfirmasi bahwa itu terkait nilai akhir yang menggunakan CAT sehingga tahun ini kita bersama Kanwil Hukum dan Papua perlu mempersiapka  adik-adik ini hingga nantinya mampu dan lulus,”bebernya.

Bupati Gusbager menambahkan bahwa  anak-anak Keerom bukan hanya perlu dipersiapkan untuk penerimaan CPNS Kementerian Hukum dan HAM tapi pada intansi lainnya seperti Kepolisian, TNI dan lainnya.

“Terima kasih kepada pak Kapolres, Kalapas dan tokoh adat dan masyarakat yang sudah menerima kami dengan baik,”katanya.

Sementara mengenai pembukaan pemalangan SD Negeri  SD Pitewi Distrik Arso Timur, Bupati anak asli Keerom ini mengatakan  bahwa sekolah merupakan pelayanan dasar sesuai dengan Undang-undang yakni kesehatan dan pendidikan  pelayanan yang wajib sehingga jika sekolah dan pasilitas pendidikan dipalang maka Pemda Keerom akan langsung turun kelapangan untuk menyelesaikan persoalan tersebut

“Pendidikan ini adalah layanan dasar maka itu ada persoalan palang maka kita akan langsung turun dan kami dengar apa sebenarnya persoalannya yang sebenarnya ini hanya komunikasi dan kordinasi yang tersumbat baka akan ada masalah dan saat ini masa pemerintahan kita dimasa transisi dan seleksi pejabat kepala dinas dan plt yang ada memiliki kewengan yang  ada maka itu saya langsung turun untuk menyelesaikannya,”bebernya.

Pihaknya turun langsung bersama Kapolsek dan Kepala Distrik Arso Timur  untuk membuka penalangan dan disepakati dibuka palang tersebut dan tidsk ada lagi persoalan.

“Pintu sudah dibuka maka saya kira tidak ada masalah, kita komitmen menyelesaikan apa permintaan adat,” katanya.

“Sekolah harus segera dibuka dan ini kepala sekolahnya plt jika tidsk dibuka maka kita pltkan lagi segera, maka guru harus dibersihkan dan aktivitas harus dimulai dan tidak ada alasan Covid dan lain-lain,”katanya.

Bupati Gusbager berkomitmen menyelesaikan persoalan-persoalan mendasar seperti pendidikan dan kesehatan. “Kita di Papua ini ada biaya-biaya tidak terduga yang kita keluarkan sesuai kebijakan pemerintah daerah,”katanya.

Dirinya mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan informasi dua hari lalu mengenai pemalangan tersebut dan segera menyelesaikannya. Menurutnya selama dua minggu anak-anak di kampung tersebut tidak bersekolah adalah suatu hal yang merugikan bagi generasi masa  depan Keerom dan dia berharap hal yang sama tidak terulang lagi.

“Masalah pendidikan bukan hanya tanggungjawab pemerintah, tanggungjawab semua pihak, termasuk adat mencerdaskan anak adat yang akan menjadi pemimpin suatu saat dimasa depan,”Pungkasnya.

Sementara pemilik hak adat atas tanah SD Pitewi Distrik Arso Timur Niko Keral mengatakan pemalangan tersebut akibat hak adat yang belum tersesuaikan sesuai dengan kesepakatan adat dan Pemerintah Kabupaten Keerom di masa kepemimpinan bupati sebelumnya.

“Ada kewajiban yang belum diselesaikan oleh pemerintah Keerom di tahun lalu oleh Bupati lama yang berjanji siap menyelesaikan hak  adat dan sekolah boleh jalan dan ternyata itu tidak diselesaikan maka saya palang dan hari ini bapak Bupati tiba, saya langsung sampaikan keluhan dan sudah ada tanggapan dan akan diselesaikan sehingga besok boleh dibuka dan saya tidak akan palang dan sekolah jalan dan saya siap dukung,”Pungkasnya.(gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *