Sadis Seorang Wanita Paruh Baya Diduga Diperkosa dan Dibunuh

Kapolsek Abepura, AKP Lintong Simanjuntak ketika mengecek lokasi kejadian dugaan pembunuhan dan pemerkosaan terhadap wanita paruh baya di KM 9 Distrik Abepura, Selasa (18/1)
JAYAPURA – Seorang wanita paruh baya berusia 56 tahun Selasa (18/1) ditemukan tewas tak bernyawa di jalan poros Abepura – Arso tepatnya di Koya Koso, Km 9 Distrik Abepura. Sebelum ditemukan tewas ia diduga diperkosa terlebih dahulu. Kasus ini masih diselidiki penyidik Polsek Abepura dan menarik perhatian para netizen yang terus memantau perkembangan kasus dan pelakunya. Dari informasi yang diterima Cenderawasih Pos, korban kesehariannya bekerja sebagai petani dan berjualan sirih dan pinang di Pasar Yotefa. Namun pagi saat kejadian korban disebutkan membawa buah sukun untuk dijual.
“Informasi yang saya peroleh, almarhum ini memiliki 2 anak dan setiap harinya bekerja sebagai petani maupun pedagang,” kata Ketua Kerukunan Masyarakat Bone Provinsi Papua (KKMB), H. Darwis Massi melalui ponselnya, kemarin. Darwis mengaku memonitor kasus ini dan meminta agar pelaku segera diungkap dan diberi sanksi tegas. Dari kronologisnya disebutkan bahwa korban biasa pagi hari mengendarai motor sudah pergi ke arah Pasar Yotefa untuk berjualan dan pagi itu ia ditemukan tergeletak di semak – semak tak jauh dari jembatan. Disekitar posisi jenasah juga terdapat motor Honda Beat putih yang digunakan saat mau ke pasar. Dan pagi saat kejadian ia keluar dari rumah sekira pukul 04.30 WIT.
“Ini perbuatan sadis dan kami minta pihak kepolisian untuk segera mengungkap,” sambung Darwis. Selain itu ia juga meminta masyarakat Sulawesi Selatan khususnya dari Bone untuk tidak melakukan hal – hal negative. Semua perkara telah ditangani pihak kepolisian dan masyarakatnya diminta menunggu. “Jangan melakukan perbuatan yang di luar kendali dan saya meminta kita menunggu,” bebernya. Sementara hingga Selasa (18/1) siang, pihak keluarga masih mendampingi korban di RS Bhayangkara. “Kami belum mintai keterangan karena keluarga juga masih di rumah sakit, nanti tunggu saja,” singkat Wakapolsek Abepura, AKP Harjaka dalam pesan singkatnya. Sementara Direktur LBH Apik Jayapura, Nur Aida Duwila mengaku masih memantau kasus ini. “Saya ikuti dulu yang jelas kita menolak semua bentuk kekerasan seperti ini,” singkatnya. (ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *