Sambangi Korban dari Dok IX Hingga Nimbokrang

Ketua DPW Nasdem Papua, Mathius Awoitauw bersama Ketua Bapilu Nasdem, Johny Banua Rouw serta anggota DPR Papua, Beatrix Monim  menyerahkan  bantuan kasur kepada korban terdampak banjir di Dok IX Kelurahan Imbi Jayapura Utara, Sabtu (15/1) pekan kemarin. (Gamel/Cepos)

JAYAPURA – Partai Nasdem Provinsi Papua masih terus bergerak menjawab kondisi korban terdampak banjir pasca 7 Januari lalu. Bantuan diberikan tak hanya di wilayah Kota Jayapura tetapi hingga ke Nimbokrang Kabupaten Jayapura. Personel yang diturunkan juga tak tanggung – tanggung.

   Ketua DPW Nasdem Papua hingga Ketua Bapilu yang merupakan Ketua DPR Papua dan sejumlah anggota DPR lainnya. Mathius Awoitauw selaku Ketua DPW Nasdem Papua menyampaikan bahwa jika melihat dari tema natal pada 2021 lalu masih erat kaitannya dengan apa yang dilakukan kali ini. Persaudaraan dan saling membantu apa yang bisa dibantu.

  “Saat musibah banjir 2019 lalu Kabupaten Jayapura banyak dibantu oleh pemerintah dan warga Kota Jayapura sehingga saya pikir semangat yang sama saling membantu karena persaudaraan itu perlu tetap dijaga dan ditumbuhkan,” kata Mathius  saat memberikan bantuan kasur kepada jemaat gereja di Dok IX Jayapura Utara Sabtu (15/1).

   Ia menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan  jumlahnya terbatas dan tidak menjawab semua yang dibutuhkan namun paling tidak bisa meringankan. “Saya melihat disini yang dibutuhkan adalah air bersih dan kami siap membantu,” jelasnya.

    Ketua RW 07 Kelurahan Imbi, Frits Aronggear membenarkan hal tersebut dimana warga sempat kesulitan air bersih selama 4 hari karena saluran air terganggu. “Ada 91 kepala keluarga yang terdampak dan membutuhkan dukungan. Kami senang karena Nasdem mau datang dan berbagi,” kata Frits.

   Ketua DPRP, Johny Banua Rouw juga diajak melihat sejenak kondisi warga dan berbincang – bincang dengan warga. Tak hanya di lokasi Dok IX tetapi juga di belakang Pasar Baru Entrop, Kali Acay dan Perumahan Organda.

    “Kemarin Organda ini sulit sekali dimasuki. Air sangat tinggi dan kendaraan tidak bisa sampai ke dalam sampai kami harus modifikasi  mobil barulah bisa masuk. Untuk air bersih saya pikir ini akan jadi satu tujuan kami berikutnya. Kami akan utus orang untuk mengecek dan melihat apa saja yang dibutuhkan. Bantuan hari ini (kemarin) hanya untuk meringankan dulu sambil melihat  hal lain yang bisa kami bantu,” tutupnya. (ade/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *