Jalan Trans Papua Jayapura-Wamena yang kondisinya sangat memperihatinkan, dimana para pengendara membutuhkan lebih dari 10 hari perjalanan dari Kota Jayapura-Wamena. (Istrimewa)

-Dampak Dibukanya Jalan Trans Papua

JAYAPURA- Adanya Jalan Trans Papua Kota Jayapura-Wamena yang kini sudah banyak dilewati kendaraan tentu dibutuhkan penambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk kendaraan yang melintasi daerah tersebut. Hal ini harus dipikirkan pemerintah daerah dalam penyediaan kuota BBM bersubsidi yang penyalurannya melalui Pertamina.

Untuk itu,  Area Manager Communication Relation and CSR Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial and Trading Regional Papua Maluku Edi Mangun, menghimbau kepada masing-masing pemerintah daerah untuk bisa menghitung berapa kuota BBM bersubsidi yang dibutuhkan supaya Pertamina bisa mengajukan penambahan kuota BBM bersubsidi di Pertamina Pusat.

Edi Menjelaskan, seharusnya pemerintah daerah harus memikirkan kuota BBM terkait yang subsidi, karena Daerah seperti Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, menjadi titik awal orang berangkat banyak sopir membutuhkan banyak bahan bakar selama perjalanan sehingga membawa bahan bakar tambahan seperti di dalam jerigen.

  “Kami selalu mengimbau bahkan pemerintah menyiapkan ruang koreksi untuk dilakukan tiap 3 bulan terhadap kondisi BBM tapi ini mau digunakan teman-teman Pemerintah Daerah atau tidak ini kebijakan mereka masing-masing,”ucapnya.(dil/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *