Warga Korban Banjir Mulai Berbenah, Pasar Youtefa Bak Tempat Pembuangan Sampah

Seorang ibu menggendong anaknya sembari mencuci tangannya di air lumpur di Pasar Youtefa pasca banjir, Sabtu (8/1). (Elfira/Cepos)

Sejumlah warga saat melintas di genangan air di jalan utama menuju Perumahan Organda, Padang Bulan, Distrik Heram, Minggu (9/1). (Elfira/Cepos)

JAYAPURA-Selepas banjir yang melanda hampir seluruh kawasan Kota Jayapura, warga termasuk para pedagang di Pasar Youtefa, Distrik Abepura mulai berbenah. Membersihkan rumah dan juga tempat jualan mereka.

 Di Pasar Youtefa, para pedagang menata kembali tempat jualan mereka, membersihkan barang-barang yang masih bisa digunakan. Namun, tumpukan sampah masih saja tetap berserakan di Pasar Youtefa. Sementara parit parit yang menjadi tempat saluran air tidak berfungsi pasca banjir akibat lumpur dan tumpukan sampah.

Beberapa pedagang memilih menjual murah barang-barang mereka seperti pakaian, beras dan perabotan rumah.

Siti Mariam salah seorang pedagang menyampaikan, banjir kali ini yang terparah selama puluhan tahun berjualan di Pasar Youtefa.

 “Tahun sebelumnya memang sering banjir, tapi tak separah ini. Kemarin airnya naik mencapai sekitar tiga meter,” kata Mariam.

Kendati beberapa kali merasakan banjir dan kebakaran di Pasar Youtefa, ibu tujuh anak ini enggan meninggalkan Pasar Youtefa. Padahal, Pemkot Jayapura sudah membangun pasar di Otonom.

 “Sekalipun di sini (Pasar Youtefa, red) sering kebanjiran dan kebakaran, namun lokasinya bagus dan strategis. Sementara di pasar yang baru dibuat, lokasinya jauh dan pembeli malas datang ke sana karena lokasinya yang jauh,” ungkap Mariam.

Lanjut Mariam, namun, kalaupun memang pedagang benar-benar dipindahkan, maka semuanya harus dipindahkan, tidak boleh ada pedagang di Pasar Youtefa. Semunya harus dipusatkan di Pasar Otonom.

 “Hingga saat ini belum ada bantuan dari pemerintah, namun saat banjir wakil wali kota turun ke lokasi,” ucapnya.

 Sementara itu, Yosep pedagang lainnya mengaku kesal dengan pedagang lainnya di Pasar Youtefa yang kerap membuang sampah di selokan ataupun tidak pada tempatnya.

 “Sudah banjir baru mau saling menyalahkan. Padahal sampah botol minuman dan lainnya selalu mereka buang di parit,” kesalnya.

 Sekalipun beberapa kali menjadi korban banjir di Pasar Youtefa, Yosep mengaku enggan pindah dari lokasi tersebut. Pasalnya, sudah puluhan tahun ia berjualan di Pasar Youtefa.

Yosep sendiri mulai membersihkan tempat usahanya sembari menunggu air surut di Pasar Youtefa.

Sementara pantauan Cenderawasih Pos di Perumahan Organda, Padang Bulan, Distrik Heram, banjir masih setinggi lutut orang dewasa. Beberapa warga mulai membersihkan rumah mereka, tumpukan sampah mulai diangkut dari lokasi menggunakan mobil truk. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.