Warga Harus Peduli Lingkungan dan Stop Rambah Hutan

Muda-mudi yang tergabung dalam komunitas Pemuda Peduli Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura saat melakukan penanaman pohon penghijauan di kawasan penyangga Gunung Cycloop beberapa waktu lalu. (Robert Mboik Cepos)

SENTANI- Ketua Pemuda Peduli Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura,  Manase Taime meminta masyarakat di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura supaya tidak serta merta menyalahkan pemerintah,  terkait fenomena alam,  banjir dan juga tanah longsor yang terjadi belakangan ini.

Hal ini tentunya harus kembali intropeksi diri, bagaimana perilaku masyarakat belakangan ini yang tidak peduli dengan kondisi lingkungannya, seperti membuang sampah sembarangan tempat dan juga ada sebagian oknum masyarakat yang melakukan perambahan hutan di kawasan penyangga Pegunungan Cycloop.

“Saya mau sampaikan kepada seluruh masyarakat di Kota Jayapura Kabupaten Jayapura supaya tidak serta merta menyalahkan pemerintah dengan melihat fenomena banjir dan juga tanah longsor yang terjadi saat ini. Kita perlu intropeksi diri,  sejauh mana kita sadar tidak membuang sampah di sembarangan tempat,  termasuk menjaga kawasan penyangga dari perambahan liar,”ungkap Manase Taime saat dikonfirmasi media ini Minggu 9/1, kemarin.

Di satu sisi dia menyampaikan apresiasi kepada jajaran Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua yang telah melakukan upaya antisipasi terkait dengan potensi terjadinya bencana banjir bandang di kawasan Pegunungan Cycloop .  Meski diakui beberapa hari terakhir sejak diguyur hujan deras di wilayah Kota Sentani,  terdapat beberapa daerah yang terkena dampak hingga merendam kawasan pemukiman warga.

“Oleh karena itu saya mengajak kepada seluruh masyarakat supaya menanam pohon di kawasan penyangga dan juga kita harus peduli dengan lingkungan kita masing-masing,” ujarnya.

Lanjutnya, hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Sentani dan sekitarnya beberapa hari terakhir ini juga telah berdampak pada naiknya debit air di Danau Sentani. Hal ini disebabkan Danau Sentani saat ini sudah sedikit mengalami pendangkalan,  akibat banyaknya sedimentasi dan tumpukan sampah.

“Kami mengapresiasi kepada  Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua juga BKSDA yang selalu melakukan penanaman di kawasan penyangga Pegunungan Cycloop. Kami berharap upaya-upaya seperti ini perlu tumbuh di kalangan masyarakat,  untuk mengantisipasi terjadinya bencana. Ini bukan saja dari pemerintah tetapi kita juga mempunyai tanggung jawab yang sama,”tandasnya.(roy/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *