Tidak Ada Paksaan dari Polres Jayawijaya

Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, SE, Msi dan Kapolres Jayawijaya AKBP.Muh.Safi.A.B.SE saat menyaksikan vaksinasi yang dilakukan di halaman Polres Jayawijaya, pekan lalu. (Denny/ Cepos)

Terkait Pelaksanaan Vaksin Massal 

WAMENA-Polres Jayawijayawijaya memastikan tak ada unsur pemaksaan kepada warga untuk ikut melakukan vaksinasi yang selama ini dilakukan Polres Jayawijaya, semua dilakukan sudah sesuai Protap dari Dinas Kesehatan dan ada kesadaran dari warga juga yang datang untuk dilakukan vaksinasi.

Kapolres Jayawijaya AKBP. Muh Safei. A.B. SE menyatakan, vaksinasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian saat ini tidak ada unsur pemaksaan, seperti yang  sebab pihaknya sudah mengeluarkan pengumuman lewat media elektronik bahkan dengan menggunakan kendaraan pengeras suara lewat fungsi Bimas.

“Kami juga memasang imbauan kepada masyarakat, warga yang akan divaksin juga dilakukan pengecekan kesehatan oleh dokter, kalau yang berminat langsung divaksin, tidak ada paksaan apapun,”ungkap Kapolres, Sabtu, (8/1). kemarin

Ia menyatakan, razia kendaraan yang dilakukan itu selain melakukan pemeriksaan surat kendaraan, kalau tidak ada maka diberikan ajakan untuk vaksinasi, dan itu sudah sesuai dengan instruksi dari pusat untuk memastikan warga yang telah divaksin.

“Kami tetap melaksanakan vaksinasi dengan mengajak seluruh masyarakat khususnya yang belum vaksin agar memiliki ketahanan imun yang kuat supaya dampak covid tidak terlalu membahayakan nyawa, artinya meskipun bisa kena, namun tidak sampai mengakibatkan kematian,”jelasnya.

Selain itu, kegunaan vaksin ini dalam rangka memberikan kesempatan bagi masyarakat yang akan bepergian menggunakan pesawat tanpa dipersulit harus melakukan test PCR lagi,  sebab di Jayawijaya, PCR hanya di RSUD Wamena untuk kepentingan pemeriksaan, bukan untuk kepentingan berangkat.

“ Sejak digelar gebyar oleh jajaran kepolisian  hingga kini sudah ada 42 ribu lebih atau sekitar 25 persen untuk aksin pertama, sedangkan untuk vaksin kedua berkisar 40,997 atau 24,42 persen ,”bebernya

Di tempat yang sama Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, MSI pelaksanaan vaksinasi massal ini merupakan kerja sama Pemkab Jayawijaya dengan TNI/Polri sehingga tidak ada unsur paksaan kepada masyarakat yang menerima vaksin itu, terkait dengan adanya informasi pemeriksaan kendaraan yang dilakukan Polres Jayawijaya yang dirangkaikan dengan pengecekan vaksin kepada pengendara terkesan memaksa, tidak benar.

“Isu yang berkembang bahwa ada unsur pemaksaan , saya tinjau langsung dan ternyata apa yang dilakukan Polres Jayawijaya telah sesuai Protap kesehatan”jelas Bupati.

Ia juga memastikan ada tahapan pemeriksaan yang dilakukan bagi warga yang ingin di aksi oleh dokter, serta pemeriksaan dokumen kependudukan, dan jika ada warga yang belum bersedia maka tidak ada pemaksaan dan tidak di vaksin.

“ Protap yang dilakukan sudah sesuai  dengan prosedur  sehingga kalau ada isu-isu jika ada pemaksaan, saya tidak melihat itu, sebab ada warga yang datang dengan sukarela yang minta untuk divaksin dan itu dilayani dengan baik,”tutupnya.(jo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *