BNPB Bantu Rp 250 Juta Untuk Korban Banjir dan Longsor

Rapat pembahasan penanganan banjir dan longsor di Kota Jayapura yang dipimpina Wali Kota Dr Benhur Tomi Mano, MM, Sabtu (8/1) lalu. (Ayu/Cepos)

JAYAPURA – BNPB pusat gelontorkan dana hingga Rp.250 juta untuk penanganan bencana banjir dan tanah longsor di kota Jayapura. Hal ini disampaikan oleh Walikota Jayapura, Benhur Tomi Mano. Pada Sabtu, (8/01).

   “Puji Tuhan, dana awal kita dapat dari BNPB pusat yang memberikan dana Rp. 250 juta untuk membantu saudara kita yang terkena bencana.” ujarnya.

  Dana tersebut digunakan Pemkot bersama tim untuk menangani bencana. Karena itu,  pihaknya melakukan peninjauan ke lokasi secara langsung untuk segera menurunkan alat berat serta melakukan penyemprotan, guna merapikan dan membersihkan di sejumlah titik  yang membutuhkan.

  “Pemkot bersama tim PUPR serta tim Badan Penanggulangan Bencana juga didampingi langsung oleh badan bencana pusat, kami bersama-sama melihat di lapangan. Mereka akan bantu untuk memperbaiki tempat-tempat tersebut.” Terangnya.

  Rencana selanjutnya, Senin (10/1) hari ini akan dilakukan pembersihan kota, yang melibatkan TNI-Polri dan juga masyarakat. “Dan kita akan bagi lokasi-lokasi supaya membantu masyarakat yang terkena banjir atau lumpur tersebut.” imbuhnya.

  Wali Kota Jayapura juga sudah meminta bantuan kepada Dinas Sosial, Kementerian Sosial dan Penanggulangan Bencana terkait peralatan tidur, serta peralatan memasak. “Memang kita lihat kasur mereka sudah basah dan rusak juga alat-alat perlengkapan masak milik mereka juga sudah hilang dan rusak. ini perlu bantuan dari pemerintah pusat untuk membantu.” Jelasnya.

  Untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan barang serta agar tepat sasaran. Walikota menyarankan RT/RW hingga Lurah untuk mendata warganya. “Untuk itu saya minta data dari RT/RW, Lurah. Supaya bantuan kami tepat sasaran kepada mereka. Di semua wilayah yang terjadi.” Ucapnya.

  Selain hal tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan memberikan alat pendeteksi bencana di wilayah kota Jayapura. “Di pasang untuk mendeteksi gerakan di tanah. Dan ketika itu berbunyi, maka masyarakat harus cepat cepat mengungsi. Tadi sudah disanggupi oleh badan meteorologi dan geofisika pusat.” tandasnya. (Rhy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *