Warga Kampung Marga Mulia akan Temui Bupati

Zubaidah Alfakir. (Sulo/Cepos)

MERAUKE –  Keberadaan peternakan PT Harvest Pulus Papua di Kampung Marga Mulia, Distrik Semangga sampai saat ini masih menimbulkan pro kontra  di masyarakat. Sebagian besar warga yang ada di kampung tersebut menolak keberadaan peternakan ayam di kampung itu dengan alasan  menimbulkan bau tidak sedap.

Di satu sisi,  keberadaan peternakan  tersebut membantu pemerintah dan masyarakat dalam swasembada  telur di Merauke. Kepala Kampung Marga  Mulia Zubaidah Alfakir,  kepada wartawan di sela-sela menghadiri pertemuan dengan bupati Merauke terkait dengan penyaluran pupuk  subsidi di SP 2 Tanah Miring Merauke mengungkapkan, sebenarnya perizinan sudah tidak diberikan, namun perusahaan peternakan tersebut masih beroperasi sampai sekarang ini.

‘’Dalam dua hari kedepan, kami akan minta petunjuk  langsung kepada Bupati Merauke terkait dengan PT Harvest Pulus Papua yang sudah tidak mendapatkan izin tapi masih tetap beroperasi,’’ katanya. Ditanya alasan PT Harvest Pulus Papua tetap beroperasi karena mereka telah mendapatkan izin  untuk kapasitas 10.000 ekor, Zubaidah, menjelaskan, memang ada wacana untuk kapasitas ayam yang dipelihara diturunkan.

‘’Tapi, menurut kami kandang sudah parah sekali. Kalaupun diturunkan dari 15.000 menjadi 10.000 ekor, saya pikir  tidak akan mampu mengubah suasana. Artinya pencemaran masih terjadi. Karena di sekitar kandang kondisinya sudah parah,’’ katanya.

Menurutnya, pihak perusahaan sudah  menabur sekam masih menimbulkan bau. Begitu  juga disemprot dengan E4 masih menimbulkan pencemaran udara. ‘’Terakhir kemarin, mereka kerja sama dengan Calling tapi  masih menimbulkan bau. Kemudian sudah diberi alat pemeras untuk memisahkan limbah padat dan cair tapi  itupun  tidak mampu mengurai  bau tidak sedapnya. Kami sudah memandang terlalu parah,’’ katanya.(ulo/tho)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *