Pertamina Pastikan Harga BBM di Tolikara Normal di APMS

Sales Branch Manager I Pertamina Papua, Andi Reza Ramadhan saatr melakukan pengecekan BBM di APMS CV. Citra Kasih Karubaga, Jumat, (7/1). (Denny/ Cepos)

Yang Jual Rp 50 Ribu Per Liter Adalah Pengecer

WAMENA–Mahalnya harga BBM di Kabupaten Tolikara yang mencapai Rp 50 ribu, langsung disikapi oleh pihk Pertamina Papua. Pihak Pertamina   langsung turun melakukan pengecekan di APMS yang ada di Kabupaten Tolikara dan mendapati harga yang beredar di sana yakni Rp 50 ribu per liter untuk jenis Pertalite.

Sales Branch Manager I Pertamina Papua, Andi Reza Ramadhan menyatakan, pihaknya  dari pertamina dan Polres Tolikara kembali melakukan pengecekan, di Karubaga, ibukota Kabupaten Tolikara selama tiga hari.

“Setelah dilakukan pengecekan di lapangan, kami pastikan tidak ditemukan adanya penjualan BBM dengan Rp 100 ribu per liter, yang ada Rp 50 ribu per liter, itu pun bensin eceran, bukan di APMS resmi pertamina atau BBM satu harga,”ungkapnya, Jumat (7/1) kemarin.

Ia menyatakan harga Rp 50 ribu itu di pasar sebenarnya ranah dari pihak Pemkab Tolikara untuk melakukan pengaturan.  Kalau di APMS resmi di Karubaga, setiap hari melakukan penyaluran tanpa adanya kendala.

“Kami selalu kirim dari Jayapura menggunakan pesawat setiap hari ,kurang lebih 3 kilo liter atau 3 ton, dan setiap hari rekan-rekan ojek dan kendaraan motor lainnya melakukan pengisian di APMS, ini sesuai ketentuan.”jelasnya.

Andi Reza menjelaskan, Pertalite di harga Rp 7.850 per liter, Pertamax Rp 9.200. Adapun alokasi kuota BBM di Tolikara dalam satu bulan kurang lebih 100 kilo liter, pengiriman selama 2021 tidak ada kendala.

“Realisasi dalam satu bulan juga rata-rata di angka 100 kilo liter. Beberapa hari terakkhir juga mengacu adanya informasi naiknya harga BBM itu kami juga menambahkan suplai dari Jayawijaya sebesar 15 drum dengan total tambahan 3 KL,”jelasnya.

Diharapkan harga di tingkat pengecer dapat menjadi normal, pihknya berharap kepada pemerintah daerah setempat dapat mengatur kondisi di lapangan bahwa tidak memberatkan masyarakat yang ada.

Sementara itu, Pengelola SPBU CV. Citra Kasih Karubaga, Pasmin Weya menyatakan, SPBU ini 35 KL dan setiap harinya masuk, kecuali cuaca sehingga pesawat tidak bisa masuk, cuaca bagus sesuai jadwal penerbangan pasti akan masuk dan setiap kali masuk, tetap melayani masyarakat seperti harga yang ditentukan Pertamina.

“Kendala pada Desember kemarin di luar dari yang kami kelola, harganya Rp 50 ribu per liter itu betul, kalau di kami tetap harga biasa,”paparnya.

Setiap pengambilan jatah BBM tidak dibatasi, tanpa sistem kupon. Kalau habis ya habis, sejauh ini aman-aman saja.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tolikara, Iptu Muh. Rizka S.T.K, S.Ik menyatakan, setiap kuota yang masuk ke Tolikara tetap dipantau dan tersalurkan ke masyarakat atau tidak, khusus yang subsidi, kalau tidak tersalurkan, pihaknya akan lakukan tindakan tegas.

“Di tingkat pengecer, kendala kita memang kurang koordinasi dengan dinas terkait. Bahkan, awal Desember lalu, kita sempat undang dinas Perindag terkait melambungnya harga pengecer ini, tetapi mereka tidak datang, yang datang pemilik APMS,”ucapnya. (jo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *