Banjir di Perum Organda Dipastikan Paling Lambat Surut

Genangan banjir yang cukup dalam di jalan utama Perum Organda, Jumat (7/1) kemarin.

 

Warga yang menyeberang genangan banjir dengan perahu karet yang dioperasikan oleh anggota polisi.

JAYAPURA-Setiap kali hujan deras mengguyur Kota Jayapura, kawasan Perumahan Organda Padang Bulan, nampaknya tidak pernah absen dari langganan genangan banjir. Seperti halnya, hujan deras yang mengguyur sejak Kamis (6/1) malam hingga Jumat (7/1) pagi kemarin, Perum Organda kembali terendam banjir.

    Menariknya, banjir di Perum Organda ini dipastikan paling lambat surutnya. Bila di beberapa kawasan banjir di Kota Jayapura, air bisa segera surut dalam satu hari. Namun, di Perum Organda ini bisa makan waktu beberapa hari. Indikatornya bisa dilihat, bila masih ada luapan air dari drainase di depan Saga mall dan Kali Acay masih tinggi, dipastikan banjir di Perum Organda belum surut.

   Dari pantauan Cenderawasih Pos, Jumat (7/1) pagi, ruas jalan utama tergenang air sekitar 1,5 meter, terutama di titik rendah pusat genangan air di jembatan kecil di ruas jalan utama Perum Organda yang sering  dikenal sebagai “daerah merah”, karena sering ada orang mabuk dan aksi palak.

   Bahkan, saat pagi belum datang bantuan perahu karet, genangan air hampir menutup leher. Agar tidak tenggelam di air berlumpur yang berbau sampah tersebut, terpaksa harus berjalan dengan ujung jari kaki, sambil kaki meraba agar tidak terperosok di lubang jalan, maupun dalamnya got yang sudah tidak kelihatan batas tepinya. Dalamnya genangan air ini juga terlihat dengan makin lebarnya genangan air di ruas jalan ini.

   Praktis, saat belum ada bantuan kapal karet, hanya orang-orang nekad saja yang mau menyeberang genangan banjir ini. Sebab, usai Cenderawasih Pos menyeberang sekira pukul 08.00 WIT pagi, selain baju dan badan yang kotor, juga mulai terasa gatal-gatal  di seluruh badan terkena air banjir. “Mungkin, daerah lain  banjirnya juga  parah, jadi bantuan perahu karet agak terlambat,”ujar warga yang menyeberang banjir bersama Cenderawasih Pos.

   Tak berapa lama, keterisolasian warga Perum Organda ini bisa teratasi, dimana sedikitnya lima perahu karet diturunkan oleh polisi, Brimob maupun relawan lainnya untuk membantu menyeberangkan warga, tanpa harus berbasah-basah lagi. “Terima kasih, pak polisi,”ujar Indah warga Organda usai turun dari perahu Karet, Jumat (7/1) sore kemarin.

    Ketua DPRP Jhony Banua Rouw, kemarin juga terlihat turun memantau langsung banjir yang meredam Perum Organda ini. Setelah berbincang-bincang dengan anggota polisi yang mengoperasikan perahu karet, Jhony Banua Rouw lantas menuju  ke pemukiman warga yang terendam banjir.  Warga Organda berharap masalah banjir yang sering kali merendam rumah warga ini bisa teratasi dengan baik, agar tidak terulang dan terulang lagi setiap tahunnya, terutama saat hujan deras. (tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *