Belum Ada Kasus Omicron di Jayawijaya

Pelaksanaan vaksinasi di Pasar Potikelek yang disaksikan Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua dan Kapolres jayawijaya AKBP. Muh Safei AB, SE, pekan lalu. (Denny/ Cepos)

WAMENA – Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya memastikan, smpai saat ini belum ada laporan atau ditemukannya pasien Covid -19 varian baru Omicron di Wamena dan sekitarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya, dr. Willy Mambieuw, SpB menyatakan, sampai saat ini belum ada pasien yang ditemukan dengan gejala Covid -19 varian Omicron di Jayawijaya, bahlkan sampai saat ini sudah berada di zero penanganan sejak Desember kemarin hanya 4 pasien dan pasien tersebut sudah sembuh.

“ Dari pemeriksaan yang dilakukan selama ini, kita belum dapat laporan atau temuan adanya varian Omicron di Wamena sehingga kami berharap masyarakat bisa terus mempertahankan situasi seperti ini dengan melakukan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes),”ungkapnya Sabtu (1/1) kemarin.

Kata dr. Willy, pencegahan Covid -19 Omicron hanya ada satu cara yakni melakukan vaksinasi, ini yang harus dipahami oleh masyarakat, meskipun vaksinasi bukan jaminan, tapi paling tidak bisa mengurangi fatalitas dari Covid -19 itu.

“Artinya meskipun sudh vaksin, namun tidak menutup kemungkinan bisa terkena Covid-19, tapi resikonya atau fatalitasnya bisa diminimalisir karena imuns dari warga yang sudah vaksin itu lebih kuat dari yang belum divaksin,”katanya.

Secara terpisah, Kapolres Jayawijaya AKBP. Muh. Safei . AB, SE menyatakan, dari gerai vaksinasi yang dilakukan Polres Jayawijaya, sampai ini 1099 untuk vksin pertama  dan yang kedua 420. Sehingga totalnya 1.509

“Untuk Jayawijaya dari target yang diberikan 165.808, capaiannya baru 41.891 untuk vaksin pertama  atau 25.26 persen, sementara vaksin kedua baru 40. 367 atau 24,04 persen,”bebernya.

Ia mengharapkan kedepan akan membangun bagaimana mekanisme memberikan edukasi untuk bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat agar bisa tervaksin, tujuannya memberikan imuns yang lebih kuat, apalagi ada varian Omicron yang 5 kali lebih ganas apabila daya tahan tubuh tidak kuat.

“Ini adalah langkah kami untuk membantu pemerintah daerah dalam melakukan vaksinasi, sampai saat ini pencapaian vaksin di Jayawijaya belum mencapai 50 persen. Dari target yang diberikan,”tutupnya. (jo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *