Para relawan dari HMI Jayapura membantu pengurus gereja membereskan kursi-kursi usai pelaksanaan ibadah malam kudus di Gereja Katholik Gembala Baik, Abepura, Jumat malam (24/12) lalu. (Gamel/Cepos)

Dua orang anggota Polri saat mengatur lalulintas membantu warga menyeberang jalan usai mengikuti ibadah Natal di gereja GKI Pniel Kotaraja, Sabtu (25/12) lalu. (Elfira/Cepos)

* Natal di Papua yang Damai

JAYAPURA-Misa Malam Kudus 24 Desember 2021 yang dilakukan di gereja Katolik Gembala Baik, Abepura berisi catatan penting untuk bisa menjadi koreksi bagi semua.

Jika selama ini masih ada kegalauan atau persoalan yang belum tuntas maka dari Natal 2021 ini paling tidak semua umat bisa menjadikan masukan untuk bisa berdamai satu dengan yang lain. Berdamai sebagai sosok saudara.

“Ini menjadi waktu agar kita senantiasa kembali ke kehidupan yang normal berdamai satu dan yang lain sebagai saudara dan penuh dengan kasih,” kata Pastor Barnabas Daryono usai memimpin Misa Malam Kudus di gereja Katolik Gembala Baik, Abepura, Jumat malam (24/12) lalu.

Pastor Barnabas Daryono menyebut bahwa semua jika ingin melakukan hal-hal yang baik  tentunya berasal dari Allah dan harus disalurkan pada sesama agar kebaikan itu terus berkembang.

Lalu ia berpesan bahwa tahun 2022 harus lebih baik lagi, mulai dari aspek dari kesehatan maupun kesejahteraan hidup. Jika selama ini orang berjauhan karena Covid maka dengan kondisi yang melandai paling tidak silaturahmi bisa kembali dihidupkan. “Sekali lagi ini waktunya berdamai dengan sesama,” tegasnya.

Ibadah Malam Kudus dilakukan dua sesi dan Pastor Daryono  melihat bagian dalam gedung maupun teras gereja semua penuh. Dalam ibadah, dirinya merasakan banyak yang bersuka cita dan bersyukur bisa kembali melakukan ibadah bersama.

Pastor Daryono juga mendoakan pada para pengungsi di sejumlah kabupaten. “Yang bisa kita lakukan adalah berdoa agar mereka bisa bebas dari penderitaan dan diharapkan dengan penderitaan yang ada bisa memahami arti Yesus. Selain itu, meski situasi terbatas semoga mereka (pengungsi) bisa tetap bersuka cita di tengah keterbatasan,” imbuhnya.

Dari pantauan Cenderawasih Pos pelaksanaan ibadah berjalan lancar dan warga jemaat juga banyak yang menggunakan masker.

Di pintu masuk juga disiapkan alat pengukur suhu termasuk hand sanitizer. Lalu soal keamanan selain petugas kepolisian, ada juga pemuda pemudi dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jayapura yang ikut ambil bagian mulai mengatur atur lalu lintas hingga membereskan kursi-kursi.

Sementara itu, Polda Papua menyebut, perayaan Natal di 29 kabupaten/kota berjalan aman dan kondusif di wilayah Papua. Ribuan personel Polri diturunkan untuk mengamankan perayaan Natal.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. AM Kamal mengatakan, pelaksanaan ibadah Natal di seluruh Provinsi Papua berjalan aman dan kondusif. Selain aman dari gangguan keamanan, juga sudah menerapkan protokol kesehatan mencegah penyebaran Covid-19.

“Perayaan Natal tahun ini, personel melakukan pengamanan di gereja-gereja. Pengamanan dilakukan oleh personel gabungan yang terdiri dari personel lalu lintas, Samapta, Reskrim serta komunitas seperti RAPI, Orari dan Pramuka,” terang Kamal.

Lanjut Kamal, selain melakukan pengamanan di tempat-tempat ibadah agar berjalan aman dan lancar. Pengamanan juga dilakukan di pusat-pusat perbelanjaan seperti toko, mal dan perbankan. “Sasaran pengamanan juga dilakukan di tempat-tempat rekreasi dan tempat wisata lainnya,” jelas Kamal.

Kamal mengpresiasi kepada jemaat yang menjalankan ibadah Natal di gereja-gereja yang tetap mematuhi prokes, seperti memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

“Begitu juga pihak gereja yang telah memasang aplikasi Pedulilindungi sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19,” kata Kamal.

Untuk wilayah Kota Jayapura sendiri, pelaksanaan misa Malam Kudus 24 Desember 2021 dan misa Natal pagi 25 Desember 2021 berjalan aman dan kondusif.

Kabag Ops Polresta Jayapura Kota, AKP. Langgeng Widodo menerangkan, pelaksanaan ibadah di setiap gereja semua didukung dengan pengamanan personel yang sudah ditugaskan di lokasinya masing-masing.

“Selain penempatan personel di gereja-gereja yang melaksanakan ibadah Malam Kudus dan misa Natal 25 Desember pagi, patroli dialogis juga turut dilakukan dengan menyambangi lokasi-lokasi ibadah maupun keramaian guna mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas,” terangnya.

Lanjutnya, hampir 200 personel diturunkan untuk mengamankan pelaksanaan ibadah yang diselenggarakan di Kota Jayapura. (fia/nat)

(ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *