Teror di Yahukimo Kembali Terjadi, Warga Sipil Tewas

Jenazah korban pembacokan saat dievakuasi untuk diterbangkan ke kampung halamannya, Sabtu (25/12) lalu. (Humas Polda Papua)

*Bupati Pastikan Bukan Tokoh Agama

JAYAPURA-Teror di Kali Brasa, Kabupaten Yahukimo kembali terjadi. Seorang pria bernama Yatimen Hadi (52) tewas usai dianiaya orang tak dikenal (OTK) di lokasi Pertanian. Tepatnya di jalan Paradiso Kali Brasa Bawah, Distrik Dekai, Jumat (24/12) lalu.

Yatimen Hadi tewas dengan kondisi luka sobek pada bagian kepala, bahu kiri, leher kanan dan jari sebelah kiri akibat bacokan senjata tajam.

Insiden di Kali Brasa sendiri bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya pada tanggal 18 Mei 2021, dua anggota TNI gugur setelah dianiaya dan senjatanya dibawa kabur pelaku.

Teror selanjutnya terjadi 22 Agustus 2021, dimana dua karyawan PT. Indo Papua Rionaldo dan Dedi Imam Puji dibunuh KKB dengan cara dibakar.

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri menyampaikan pihaknya sedang melakukan penyidikan dan penyelidikan terkait dengan tewasnya Yatimen.

“Kejadian kemarin belum tentu KKB melainkan OTK yang berkaitan dengan tindak penganiayaan berat, biarkan polisi melakukan penyelidikan dan penyidikan. Semoga bisa diungkap siapa pelakunya,” ucap Kapolda.

Menurut Kapolda, sebenarnya di daerah Dekai, Kenyam, Pegunungan Bintang dan Intan Jaya, sudah diingatkan agar warga non Papua tidak keluar jauh dari tempatnya. Sebab daerah-daerah tersebut merupakan tititk rawan.

“Anggota di lapangan sudah sering mengingatkan kepada warga jika mau bepergian harus memberi tahu ke Polsek atau Pos Koramil. Dengan begitu, anggota di lapangan bisa memberi tahu titik mana saja yang tidak boleh didatangi,” terang Kapolda.

Untuk kejadian di Yahukimo menurut Kapolda, hingga saat ini belum diketahui siapa pelakunya. Anggota masih melakukan pendalaman.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal menerangkan, penganiayaan yang berujung hingga tewasnya Ngatiman berawal dari sekira pukul 12.15 WIT, korban menggunakan kendaraan roda dua menuju lokasi perkebunan Paradiso mengambil pisang dan sayur untuk diantar ke pasar di Dekai ibukota Kabupaten Yahukimo.

Tak lama kemudian, korban menghubungi saksi agar datang ke kebun miliknya membawa air minum dikarenakan korban mengalami luka akibat terkena parang oleh OTK.

Setiba di TKP, saksi melihat korban dalam keadaan duduk di pinggir jalan dengan kondisi lemas sambil menutup kepala dengan kain.

Para saksi lantas melaporkan kejadian itu kepada Polisi dan tak lama kemudian personel Satgas Gakkum Ops Nemangkawi  mendatangi lokasi dan membawa korban ke RSUD Dekai guna penanganan medis.

“Korban sempat mendapatkan perawatan medis di RSUD Dekai, hingga beberapa saat kemudian dokter menyatakan korban sudah meninggal dunia,” ungkap AM Kamal, Minggu (26/12).

Dikatakan Kamal, pelaku masih dalam penyelidikan oleh Satuan Reskrim Polres Yahukimo. Termasuk meminta beberapa keterangan dari para saksi yang mengetahui kejadian tersebut.

Sementara itu, jenazah korban telah diterbangkan ke kampung halamannya di Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, Sabtu (25/12).

“Jenazah telah diberangkatkan melalui Bandara Sentani dan dimakamkan di Kampung halamannya di Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur,” kata Kamal.

Lanjut Kamal, kasus tersebut telah dilakukan penyelidikan oleh Satuan Reskrim Polres Yahukimo sekaligus dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. “Hingga dengan saat ini, belum ada oknum yang diamankan sebagai terduga pelaku,” ucap Kamal.

Secara terpisah, Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli menjelaskan bahwa kasus kekerasan yang menimpa seorang pria bernama Ngatiman tidak ada kaitannya dengan organisasi Islam PBNU.

Pasalnya dari sejumlah informasi yang beredar menyebut jika seorang kyai bernama Suwito yang merupakan tokoh NU tewas setelah dibacok orang tak dikenal. Disini kata Didimus yang meninggal adalah seorang petani dan tak ada hubungan apa – apa dengan organisasi Islam.

“Jadi saya sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak termasuk para tokoh muslim di Yahukimo dan tidak benar jika yang menjadi korban adalah tokoh NU Yahukimo. Ia (korban) merupakan petani dan masyarakat biasa,” jelas Didimus melalui voice note yang dikirim ke wartawan, Senin (27/12).

Kembali Bupati Didimus  menjelaskan bahwa Ngatiman  kesehariannya bekerja di kebun dan memiliki lahan sendiri.  Dari hasil pertanian yang diperoleh, ia biasa menitip di warung-warung sehingga tidak betul menyebut ada tokoh NU yang tewas dibacok. “Lalu pria ini disebut – sebut memiliki ilmu kebal dan ketika ada persoalan keributan di sekitar lokasinya ia tidak peduli hingga akhirnya terjadi penganiayaan dan iapun tewas. Kami tetap ikut berduka dan ini kejahatan di malam kudus tapi sekali lagi bukan tokoh agama ya,” beber bupati.

Didimus mengaku sudah membaca informasi tersebut termasuk melakukan klarifikasi  dengan beberapa tokoh senior dan ia menyebut bahwa yang terjadi adalah kriminal murni.  “Entah apakah dari KKB atau siapapun. Masyarakat biasa dari suku Jawa dan memiliki lahan pertanian yang digarap sendiri. Sebelum kejadian temannya sempat memanggil untuk ke masjid namun ia hanya angkat tangan saja dan terjadilah pembacokan seperti itu,” tambahnya.

Dari kasus ini bupati meminta Kapolres untuk melakukan pengejaran dan upaya penegakan hukum. “Jangan dibiarkan pelakunya karena hanya akan meresahkan,” tutupnya. (fia/ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *