Perayaan Natal di Merauke Berlangsung Kondusif   

Pengamanan yang dilakukan di  Polri dengan melibatkan TNI, instansi terkait dan Pramuka di depan Katedral Merauke pada perayaan Misa Natal 24 Desember 2021. (Sulo/Cepos )

MERAUKE-Perayaan misa malam dan Natal di Merauke berlangsung aman dan kondusif. Ini  berkat pengamanan yang dilakukan Polres Merauke bersama TNI dan instansi terkait lainnya dalam hal ini Dishub, Senkom, Pramuka dan dari kepemudaan.

   Kapolres Merauke AKBP Ir. Untung Sangaji, M.Hum mengungkapkan bahwa tercatat 29 gereja  yang telah dibuatkan surat perintah pengamanan dengan melibatkan personel TNI, Polri, Dishub, instansi terkait dan dari pramuka yang ada di Merauke.

   Terkait dengan itu, Kapolres Merauke menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah bersama-sama menciptakan rasa aman sehingga pelaksanaan misa malam Natal dan perayaan Natal berlangsung aman dan kondusif tersebut.

  Sementara  itu, misa  malam Natal dari Gereja Paroki Santo Mikhael Kudamati Merauke yang dimulai sekitar pukul 19.00 WIT dipimpin Pastor Paroki Sonny Walewawan, Pr. Meski sempat mati lampu di awal misa, namun perayaan malam Natal tetap berlangsung hikmat.

   Dalam kotbahnya, Pastor Sonny menjelaskan bahwa Yesus lahir ke dunia dalam kesederhanaanNya dan dalam kemiskinan di dalam kandang domba yang hina. Meski begitu,  Allah bukan pertama memperlihatkan kelahiran Yesus di kandang yang hina  itu kepada penguasa, tapi kepada para gembala yang memiliki ketulusan dan kesetiaan dalam menggembalakan kawanan domba mereka.   

    “Tuhan berkehendak dan mengangkat martabat para gembala tersebut supaya dilihat  oleh orang lain,” katanya.

  Di masa pandemi  sekarang ini, lanjut Pastor Sonny, Covid ternyata menindas umat Tuhan. Itu karena banyak orang mengalami kecemasan dan ketakutan. Bahkan ibadah secara langsung di gereja ditiadakan dan harus lewat online. Juga banyak orang yang susah cari makan karena Covid.

    “Namun kita dapat didewasakan secara iman bahwa kita tidak bisa terus dengan penyakit buatan manusia ini. Jika ini kehendak Tuhan, maka tentunya kita semua mati. Tidak ada yang tersisa.  Karena itu, kita harus bangkit dengan iman. Natal tahun ini memberikan pesan kepada kita bahwa kita harus melawan dan bangkit. Tidak boleh kita terkurung dalam keadaan hidup kita karena penyakit,” tandasnya.  (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *