Cegah Klaster Baru, Ibadah Natal Terapkan Pembatasan   

Pelaksanaan Ibadah Natal di GKI Ukul Ebenhunik Sinakma. (Denny/Cepos)

WAMENA-Pemerintah Kabupaten Jayawijaya masih menerapkan pembatasan pada ibadah pada perayaan Natal akhir pekan kemarin. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19, agar  jumlah pasien Covid-19 yang melandai di Wamena tidak lagi berkembang menjadi banyak dengan klaster baru.

   Bupati Jhon Richard Banua, SE, Msi mengatakan selain melakukan pembatasan jumlah warga yang pergi beribadah dalam perayaan natal, juga diwajibkan menggunakan masker. Hal ini dilakukan agar warga tidak terpapar Covid-19.

   “Harus diakui pandemi Covid-19 belum berakhir sehingga kita dari Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, menerapkan pembatasan-pembatasan pada ibadah natal dan tahun baru (nataru) untuk mencegah warganya terinfeksi Covid-19,” ungkapnya senin (27/12) kemarin.

   Ia menegaskan untuk kegiatan ibadah natal dibatasi hanya 50 persen dari kapasistas gereja, tidak sampai 75 persen karena prioritaskan orang yang perlu ibadah dan kegiatan natal.

  ”Kita memberikan izin tetapi dengan pembatasan-pembatasan jumlah jemaat yang melaksanakan ibadah natal ,” katanya.

    Hingga kini Pemerintah Jayawijaya masih perketat pengawasan calon penumpang pesawat yang hendak masuk dan keluar Jayawijaya dengan pemeriksaan Covid-19, agar tidak membawa virus itu lalu membagikan kepada orang lain.

  Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, pasien terkonfirmasi positif yang terawat berjumlah 3 orang, per 22 Desember dan angka ini masih bertahan hingga saat ini dan belum ditemukan kembali adanya pasien baru. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *