Sejumlah Kepala Kampung Lalai Jalankan Tugas

Pertemuan antara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Kabupaten Jayapura dengan sejumlah kepala distrik dan kepala kampung yang belum melakukan pencairan dana desa tahap akhir di Kabupaten Jayapura,  Rabu, (14/12), kemarin. (Robert Mboik Cepos)

SENTANI- Sejumlah  kampung di Kabupaten Jayapura hingga saat ini belum melakukan pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) tahap akhir.  Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Kabupaten Jayapura,  Elisa Yarusabra mengatakan, keterlambatan pencairan ADD tahap akhir ini disebabkan banyak faktor. Termasuk adanya kelalaian dari kepala ampung dalam menjalankan tugasnya di kampung.

“Kendalanya ini kepala kampung lalai menggunakan waktu yang sudah ditentukan,  lalai mempercepat waktu penatausahaan.  Saya katakan lalai artinya kepala kampung tidak bisa mengkoordinir kampungnya, aparaturnya.  Kemudian pergantian aparat kampung dari yang lama ke yang baru ini juga menjadi hambatan,”kata Elisa Yarusabra saat ditemui media ini usai rapat evaluasi tersebut di Kantor Bupati Jayapura, Rabu (14/12), kemarin.

Menyikapi hal ini, pihaknya telah mengundang sejumlah kampung itu beserta kepala distrik dan pendamping agar mempercepat proses penyaluran tahap akhir ADD tahun ini.

“Rapat tadi terkait dengan evaluasi koordinasi terkait dengan percepatan akhir dari penyaluran dana desa.  Ini juga kita menindaklanjuti adanya surat dari KPPN Jayapura yang menyampaikan ke bupati untuk memerintahkan Kadis Pemberdayaan Kampung untuk memastikan penyaluran ADD paling lambat 20 Desember tahun ini,” katanya

Dia mengatakan, KPPN Jayapura sudah menginstruksikan supaya 20 Desember itu terakhir penyaluran ADD dari rekening kas negara masuk ke rekening kas desa.

“Tadi saya kumpulkan mereka untuk memastikan, khusus yang tersisa ini,” ujarnya.

Kabupaten Jayapura sendiri ada 27 kampung dari 139 kampung yang belum menyalurkan ADD tahap akhir.  Ini disebabkan komunikasi dan koordinasi yang harus dibangun antara pendamping, distrik dan juga Satgas DPMK. Di antaranya mengenai laporan keuangan kampung dan penatausahaannya. Karena itu, melalui rapat itu, dia menekankan agar 3 hari ini harus dimaksimalkan untuk tidak lagi menunggu prosesnya. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *