Masuk KKB Dijanjikan Jadi Aparat Papua Merdeka

Aparat Polres Kepulauan Yapen saat mengecek barang bukti yang diamankan dari markas KKB pimpinan Hugo  Manitori di Mapolres Kepulauan Yapen, Selasa (14/12). (Humas Polda Papua)

*Dijadikan Tersangka, AR Bantu Buat Senpi Rakitan

JAYAPURA-Pasca ditetapkan sebagai tersangka, Polres Kepulauan Yapen mendalami peran AR (27) terkait dugaan keterlibatannya sebagai anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Hugo Manitori wilayah Kosiwo, Kabupaten Kepulauan Yapen.

Pria 27 tahun yang kesehariannya sebagai petani itu diduga belum lama ini terlibat dengan KKB yang ada di Yapen, tepatnya sejak November lalu.

Kapolres Kepulauan Yapen, AKBP. Ferdian Indra Fahmi mengatakan, pihaknya sedang mendalami sejauh mana keterlibatan AR dalam kelompok ini.

“Dari hasil pemeriksaan, yang bersangkutan ikut aktif melakukan latihan militer mulai baris berbaris, latihan menembak dan upacara bendera bintang kejora,” ungkap Ferdian saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya, Rabu (15/12).

Selain itu lanjut Kapolres, anggota KKB tersebut juga membuat senjata api rakitan laras kaliber 5,56 mm.

“Penggeledahan yang dilakukan anggota di pondok yang dijadikan markas komando mereka sebagai tempat mereka latihan militer. Di pondok tersebut juga mereka mengatur strategi, termasuk melakukan rapat dan kegiatan lainnya,” bebernya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka AR masuk KKB lantaran dipengaruhi oleh anggota KKB lainnya.

“Pelaku dipengaruhi karena dijanjikan menjadi tentara Papua Merdeka atau Polisi Papua Merdekat,” beber Kapolres.

Secara terpisah, Kasat Reskrim Polres Kepulauan Yapen, Ipda Deddy Bintang menyampaikan, dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku sudah pernah ikut latihan dengan KKB.

“Dari pengakuan pelaku, dia bergabung dengan KKB karena dipengaruhi anggota KKB lainnya. Isteri pelaku sempat melarang agar yang bersangkutan tidak ikut lagi. Kami sedang mendalami semua itu,” ujar Deddy Bintang.

Selain itu lanjut Deddy, pihaknya sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya yang diketahui berinisial HM, PM dan YR.

“Tiga orang ini sebenarnya jadi target utama kita. Karena mereka yang mengajak dan mengarahkan yang bersangkutan,” ucapnya.

Pasca penangkapan AR, Polisi melakukan pengawasan di markas KKB yang berlokasi di Kampung Tua di atas gunung Impura Kampung Ambaidiru, Distrik Kosiwo. Kasat Reskrim Deddy juga menyebutkan situasi hingga saat ini kondusif. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *