Intensifkan Pengawasan Peredaran Miras

Salah satu tempat produksi miras lokal Cap Tikus yang digerebek polisi di pinggiran Kota Wamena beberapa waktu lalu. Untuk menjaga Kamtibmas, warga diimbau melapor jika mengetahui tempat pembuatan maupun penjualan miras. (Denny/ Cepos )

WAMENA-Kapolres Jayawijaya AKBP. Muh Safei . A.B SE menyatakan menjelang perayaan natal dan tahun baru, pihaknya mengintensifkan  pengawasan terhadap peredaran keras. Hal ini dilakukan dengan melakukan patrol dan razia  di tempat penjualan dan pembuatan miras.   

  “Masalah Miras ini menjadi fokus kami dalam bulan Desember ini, artinya kami ingin agar dalam perayaan hari besar keagamaan ini semua bisa berjalan dengan baik tanpa adanya gangguan dari orang mabuk,”ungkapnya Rabu (15/12) kemarin.

  Ia menyatakan, masalah miras ini memang menjadi sorotan warga seperti yang terdengar pada saat bupati melakukan Kunker ke Distrik Wamena kota. Dimana hal sentral yang dibicarakan adalah miras. Polres Jayawijaya sudah sering menangani, namun masih butuh dukungan dari warga, apabila mengetahui tempat penjualan atau pembuatan miras CT agar bisa memberikan informasi.

  “Selama ini memang yang dikeluhkan masalah miras karena dampaknya kepada Kamtibmas, namun kita juga sudah melakukan berbagai upaya dalam melakukan penindakan terhadap peredaran miras. Hanya saja laporan masyarakat minim soal tempat pembuatan dan penjualan miras lokal dan pabrikan,” beber Safei.

  Dengan adanya informasi tentang tempat penjualan miras lokal ini,  maka aparat keamanan bersama dengan masyarakat bisa mewujudkan situasi yang aman dan damai menjelang perayaan natal di Wamena. Artinya bagi warga yang pergi ibadah bisa melakukan ibadahnya dengan baik dan tenang.

  “Kalau hanya berbicara masalah miras tanpa memberikan informasi sama saja tidak ada hasilnya, sebab kita selalu melakukan patroli, sehingga beberapa tempat pembuatan dan penjualan miras bisa didapatkan beberapa waktu lalu,” tegasnya.

Selain itu kapolres juga mengimbau kepada masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan dalam memarkirkan kendaraannnya. Dimana menjelang akhir tahun, biasanya kendaraan yang menjadi incaran para pelaku kejahatan. Pihaknya juga sudah mengamankan beberapa pelaku namun tidak menutup kemungkinan masih ada pelaku lain yang berkeliaran.

  “Untuk masalah curanmor beberapa minggu ini sudah ada 3 orang yang tertangkap, mereka semua akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku, namun warga juga tetap waspada dalam memarkirkan kendaraannya. Sebab tidak menutup kemungkinan masih ada pelaku lainnya yang berkeliaran mencari kesempatan,” tutupnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *