Pemandu Wisata Harus Sikapi Kondisi Alam yang Terjadi

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) John Wicklif Tegai, didampingi dua stafnya saat memberikan arahan pada pelatihan Pemandu Wisata Alam (Balawisata) Ekowisata di  Hotel HoreX Sentani, Senin (13/12). (Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Dalam rangka pengembangan sumberdaya wisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Jayapura , Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mengadakan pelatihan Pemandu Wisata Alam atau ekowisata di Hotel HoreX Sentani, Senin, (13/12).

Kegiatan ini diikuti 40 orang peserta yang berasal dari pengelola wisata dan masyarakat maupun pemuda kampung  yang memiliki minat jadi pemandu wisata.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kabupaten Jayapura, John Wicklif Tegai usai pembukaan kegiatan ini mengatakan, dalam pelatihan kali ini, pihaknya melibatkan beberapa narasumber seperti dari Basarnas dan BPBD Kabupaten Jayapura, untuk memberikan pemahaman kepada para pemandu wisata alam atau ekowisata di Kabupaten Jayapura guna menyikapi kondisi alam di Kabupaten Jayapura.

“Kami ada kegiatan pelatihan, jadi ini pelatihan khusus untuk pemandu wisata alam atau ekowisata. Kita libatkan beberapa narasumber, baik itu dari Basarnas dan BPBD Kabupaten Jayapura, untuk menyikapi kondisi alam yang terjadi belakangan ini, sehingga apa yang perlu diketahui oleh pemandu wisata. Kemudian, ada hal-hal teknis yang terkait dengan bagaimana attitude (prilaku) seorang pemandu wisata,” kata John Wicklif Tegai, Senin (13/12).

Diungkapkan, kemampuan dan keterampilan, termasuk seorang pemandu wisata harus menguasai kondisi alam di destinasi wisatanya. Yakni dia harus tahu persis kondisi alam disitu seperti apa maupun kondisi pertanian, perkebunan dan perikanan. Inikan menjadi informasi yang bagus untuk mereka memberikan penjelasan kepada wisatawan.

Dikatakan, pihaknya juga menyampaikan materi terkait kebijakan strategis percepatan pembangunan kebudayaan dan pariwisata di Kabupaten Jayapura. Sehingga, nantinya ada pemahaman dari para pemandu wisata dengan arah kebijakan pembangunan pariwisata di Kabupaten Jayapura agar dapat diketahui dengan baik.

“Kami memulai materi awal, itu dengan kebijakan strategis percepatan pembangunan kebudayaan dan pariwisata. Kami juga sampaikan materi kepada peserta itu, sehingga informasi tentang program kegiatan dan arah kebijakan ini mau ke mana, mereka juga konsumsi. Karena mereka yang akan mengolah itu secara lebih teknis,” ujarnya.

John Tegai berharap, nantinya ada perubahan dalam mendorong percepatan pembangunan kebudayaan dan pariwisata di Kabupaten Jayapura, yang dimulai pembinaan atau kelembagaan pengelolaan destinasi wisata, juga kemampuan usaha sekaligus memanage keuangan, mulai dari pencatatan sampai pelaporan ke kas daerah. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *