Nataru, Lima Daerah Jadi Perhatian Khusus

Mama-mama saat berjualan di Pasar Wamena beberapa waktu lalu. Saat Nataru Wamena merupakan salah satu daerah menjadi perhatian khusus. (Elfira/Cepos)

JAYAPURA-Lima daerah di Provinsi Papua menjadi perhatian khusus Polda Papua saat Natal dan Tahun Baru (Nataru). Lima daerah tersebut yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Merauke, Mimika dan Jayawijaya.

Karo Ops Polda Papua Kombes Pol. Tri Atmodjo mengatakan, wilayah yang menjadi perhatian khusus Polri yakni terkait masalah mobilitas arus lalulintas masyarakat dan barang.

“Kita ketahui, Nataru merupakan hari yang sakral bagi umat Kristiani di Papua. Atensi daerah yang menjadi perhatian yakni daerah daerah yang menjadi tujuan masyarakat seperti Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Merauke, Mimika dan Jayawijaya,” ungkap Tri Atmodjo kepada Cenderawasih Pos, Selasa (14/12).

Lanjutnya, lima daerah tersebut menjadi sasaran masyarakat untuk datang bertemu dengan keluarganya dalam rangka merayakan Nataru, sehingga terjadi peningkatan aktivitas masyarakat.

“Lima wilayah inilah yang menjadi perhatian kita dari segi peningkatan arus lalulintas dan pergerakan manusia,” bebernya.

Sementara itu, untuk wilayah konflik seperti Yahukimo, Intan Jaya dan wilayah Puncak, dilihat dari aktivitasnya sudah mulai menurun. Dari segi gangguan keamanan mulai menurun, tak dipungkiri bahwa kelompok yang berseberangan ini menghargai Natal di wilayah Papua.

Dikatakan, Nataru merupakan kalender Katibmas rutin. Untuk itu, Polda Papua akan membuat operasi pengamanan terpusat, dimana seluruh Polres akan terlibat, dengan sasaran  melaksanakan rangkaian kegiatan pengamanan ibadah Natal dan perayaan tahun baru.

Sementara itu, terkait pengawasan dan pengamanan Miras, Tri Atmodjo menyebutkan, pihaknya tetap mengoptimalkan pengendalian Miras ilegal yang ada di wilayah Papua.

“Jangan sampai Miras legal menjadi ilegal manakala sasarannya tidak tepat. Misalnya perjualbelikan Miras secara bebas itu tidak boleh. Selain itu, banyak Miras ilegal seperti jenis milo, cap tikus dan lainnya. Ini menjadi sasaran kita untuk menertibkan peredaran Miras,” tegasnya.

Dalam perayaan Nataru, Tri Atmodjo mengingatkan anggota untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pelayanan tersebut berbagai macam, salah satunya tidak melakukan pelanggaran yang bersifat hukum maupun disiplin, serta tetap sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.

“Dalam Nataru kali ini, sudah ada surat edaran dari Mabes Polri agar seluruh personel Polri baik ASN Polri maupun jajaran Polri tidak melakukan cuti. Sehingga kosentrasi pada wilayah masing masing dan melaksanakan pengamanan,” ucapnya.

Sementara itu, untuk menciptakan situasi aman dan nyaman bagi warga Kota Jayapura, Polresta Jayapura Kota melaksanakan patroli dialogis di gereja-geraja yang ada di wilayah Kota Jayapura.

Kabag Ops Polresta Jayapura Kota, AKP. Langgeng Widodo mengatakan, patroli dialogis di tempat ibadah yang dilakukan ini guna menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif dan memberikan rasa aman kepada warga yang melaksanakan ibadah menjelang Natal.

“Pelaksanaan patroli dialogis dilakukan oleh personel Polsek jajaran Polresta Jayapura Kota dan yang bertanggung jawab adalah para Kapolsek,” terangnya.

Lanjutnya, selain melaksanakan patroli di tempat ibadah, pihaknya juga melaksanakan patroli di tempat-tempat wisata maupun daerah rawan guna mengantisipasi tindak pidana lainnya.

“Warga Kota Jayapura untuk saling menghormati dan saling menjaga toleransi antar umat beragama, serta jangan melakukan bunyi-bunyian yang akan mengganggu warga yang melaksanakan ibadah,” pungkasnya.

Sementara itu, Komandan Korem 172/PWY, Brigjen TNI Izak Pangemanan mengatakan, dalam menghadapi Nataru, pihaknya sudah melakukan upaya-upaya menyiapkan masyarakat di wilayah teritorial Korem 172/PWY menyambut Natal.

“Kita mendorong dan mengajak masyarakat untuk menyongsong Natal tanggal 25 Desember 2021, dengan hati yang penuh sukacita. Tidak dengan permusuhan, tidak dengan pertumpahan darah. Tetapi kita menyambut Natal dengan hati yang penuh sukacita,” ungkap Danrem Izak Pangemanan kepada wartawan di sela-sela peninjauan di Koramil Oksibil di Kabupaten Pegunungan Bintang, Selasa (14/12).

Izak Pangemanan mengatakan, pihaknya dan bahkan seluruh masyarakat di tanah Papua menginginkan ada damai. “Kita ingin damai ini segera terwujud,” ujarnya.

Dalam rangka menyambut Natal, Korem 172/PWY menurutnya melakukan sejumlah kegiatan seperti bakti sosial, melakukan komunikasi dengan tokoh agama. “Kami dari gereja ke gereja melihat kesulitan yang dialami jemaat sehingga kami bisa membantu. Memang kami masih sangat terbatas, tetapi tetap kami lakukan,” tambahnya.

“Para Babinsa dan para satuan yang berada di garis depan, dalam hal ini Koramil dengan Babinsanya, Kodim yang ada di belakangnya, kita terus melakukan pembinaan teritorial. Dengan mengedepankan komunikasi sosial yaitu suatu operasi yang diterima oleh masyarakat Papua,” sambungnya.

Danrem Izak Pangemanan berharap operasi-operasi yang dilakukan dengan benar ini, semua permasalahan di wilayah teritorial Korem 172/PWY dapat diselesaikan dengan baik.(fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *