April 2022, Listrik di Oksibil 24 Jam

Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana bersama anggota Komisi 1 DPR RI Yan P. Mandenas, Kabinda Papua, Mayjen TNI Abdul Haris Napoleon dan Manajer UP3 Jayapura Salmon Kareth saat meninjua PLTM Oksibil di Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Senin (13/12). (Yonathan/Cepos)

OKSIBIL-Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana yang mendapat dukungan dari anggota Komisi 1 DPR RI Yan Permenas Mandenas, PT. PLN (Persero)., PT. Telkom dan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo, melakukan percepatan program peningkatan infrastruktur kelistrikan dan jaringan internet 4G di Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin).

Dengan melakukan komunikasi serta koordinasi yang intensif dengan berbagai pihak terkait, Bupati Spei Bidana berharap, April 2022 masyarakat di Oksibil sudah bisa menikmati pelayanan listrik selama 24 jam.

Selain kelistrikan, Bupati Spei Bidana juga berharap pelayanan jaringan telekomunikasi di ibukota Kabupaten Pegunungan Bintang juga bisa ditingkatkan.

Diakuinya, sudah selama 18 tahun warganya sangat merindukan pelayanan listrik selama 24 jam dan jaringan internet 4G yang lebih stabil.

“Energi listrik dan telekomunikasi saat ini, kebutuhannya sama dengan makan minum. Jadi kalau tidak ada listrik, tidak bisa berkembang dan daerah itu hanya begitu-begitu saja. Seperti yang kita alami kurang lebih 18 tahun yang lalu,” ungkapnya dalam pertemuan dengan anggota Komisi 1 DPR RI Yan P. Mandenas di aula kantor Bupati Pegunungan Bintang, Senin (13/12).

Selama ini, pelayanan listrik di Oksibil menurut Bupati Spei Bidana hanya dapat dinikmati masyarakat selama 6-7 jam dengan pengeluaran untuk bahan anggaran bahan bakar kurang lebih Rp 40 miliar. “Tetapi pada tahun yang saya pimpin ini, Rp 20 miliar, listrik dari pukul enam sore hingga pukul empat dini hari, kami maksimalkan,” bebernya.

Kondisi ini menurutnya tidak bisa terus dibiarkan. Sebab hal itu tidak akan berdampak pada perkembangan dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pegunungan Bintang.

Tekadnya untuk meningkatkan infrastruktur kelistrikan dan jaringan internet, diakuinya mendapat dukungan Yan Mandenas dari anak asli Papua yang saat ini mendapat kepercayaan masyarakat Papua sebagai anggota DPR RI yang menghadirkan pihak-pihak terkait dalam membantu pemerintah dan masyarakat di Pegunungan Bintang mendapatkan pelayanan listrik dan telekomunikasi yang lebih baik.

“Paling lambat bulan April 2022, khusus dua hal ini (listrik dan telekomunikasi), di kota Oksibil dan sekitarnya sudah bisa terang dan berdering 24 jam,” tutupnya.

Secara terpisah anggota Komisi 1 DPR RI Yan P. Mandenas mengaku memberikan perhatian serius terhadap keinginan serta harapan pemerintah dan masyarakat Pegunungan Bintang khususnya yang ada di Oksibil bisa menikmati pelayanan listrik selama 24 jam.

Peningkatan infrastruktur kelistrikan dan telekomunikasi di Kabupaten Pegunungan Bintang khususnya di Oksibil menurut Mandenas tentunya dapat meningkatkan pelayanan pemerintahan serta kebutuhan masyarakat di Pegunungan Bintang.

“Dalam waktu dekat ini, kami mendorong PLN untuk menggunakan mesin diesel agar listrik bisa dinikmati masyarakat 24 jam. Sampai saat ini, komitmen PLN pusat dalam mendukung teman-teman di daerah tidak ada masalah. Kendala utama saat ini adalah transportasi untuk mobilasasi material dari Jayapura atau beberapa kota guna membackup Papua,” tuturnya.

Mandenas optimis, estimasi dari pihak PLN dalam membantu Pemkab Pegunungan Bintang memberikan pelayanan listrik selama 24  jam di Oksibil bisa terwujud. “Saya akan cek dengan PLN Jayapura dan PLN wilayah Papua dan Papua Barat untuk mengecek, kalau memang ada kekurangan mesih pembangkit di sini (Oksibil), kami akan dorong lewat pusat untuk tambahan mesin. Seperti yang sudah kami lakukan di Paniai yang pelayanan listriknya sudah 24 jam,” tambahnya.

Yan Mandenas juga memberikan apresiasi atas semangat dari Bupati Pegunungan Bintang untuk bersinergi dengan PLN dalam mewujudkan peningkatan pelayanan listrik di Pegunungan Bintang.

Untuk pelayanan listrik jangka panjang, Yan Mandenas melihat, Kabupaten Pegunungan Bintang memiliki potensi alam yang bisa dikembangkan untuk peningkatan pelayanan kelistrikan. Sebab keberadaan PLTM (Pembangkit Listrik Minihidro) yang ada di Oksibil, apabila dikelola secara prosefesional tentunya dapat memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.

“Bahkan tidak tertutup kemungkinan bisa sharing antara diesel dengan PLTM. Sebab listrik ini tentunya bukan hanya di pusat kota tetapi bisa dikembangkan jaringan ke distrik-distrik bahkan hingga ke kampung-kampung. Sementara itu, kita terfokus di kota dan kita akan minta bagaiman PLN Papua untuk membangun jaringan listrik di seluruh Kabupaten Pegunungan Bintang,” pungkasnya.

Sementara itu,   Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Jayapura, Salmon Kareth mengatakan pihaknya beberapa bulan yang lalu telah bersinergi dan berkomunikasi serta melakukan pertemuan dengan Bupati Pegunungan Bintang dan jajaran, untuk meningkatkan pelayanan listrik di ibukota Kabupaten Pegunungan Bintang.

“Tim kami juga sudah turun dan melakukan survey. Fokus kami yang pertama yaitu bagaimana meningkatkan status pelayanan di ibukota Kabupaten Pegunungan Bintang menjadi 24 jam, pelayanan listrik,” ungkapnya.

Untuk tahap kedua, Salmon Kareth mengatakan pihaknya akan melihat perkembangan dan potensi yang ada di Pegunungan Bintang, untuk pengembangan kelistrikan. Salah satu potensi besar yang dimiliki yaitu sumber daya air yang dapat digunakan untuk pembangkita listrik. “Kami sudah melihat potensi air yang ada di PLTM Oksibil dan konstruksi yang sudah dibangun, akan kita tingkatkan. Kedepan kami akan bangun jaringan dari lokasi PLTM Oksibil ke ibukota kabupaten,” tuturnya.

Untuk pelayanan listrik di Oksibil, Salmon Kareth menargetkan April 2022, warga Oksibil sudah bisa menikmati pelayanan listrik 24 jam.

Selain masalah listrik, jaringan telekomunikasi juga menjadi perhatian Bupati Pegunungan Bintang untuk ditingkatkan.

General Manager PT. Telkom Papua, Sugeng Widodo mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan telekomunikasi serta jaringan internet di Oksibil, dibutuhkan kapasitas jaringan sekitar 3 GB. “Itu untuk kebutuhan Telkom grup. Saat ini untuk Oksibil, kami baru dipenuhi 1 GB yaitu 500 dari arah Merauke dan 500 dari arah Jayapura. Ini memang jauh dari kebutuhan,” bebernya.

PT. Telkom menurut Sugeng akan mengupayakan keinginan dan harapan pemerintah dan masyarakat Pegunungan Bintang khususnya yang ada di Oksibil untuk mendapatkan pelayanan telekomunikasi yang lebih baik.

“Saat ini Telkom bekerja sama dengan Star Link, sedang menguji coba secara komersil di Kalimantan, satelit low orbit. Kalau ini berhasil, mudah-mudahan dengan bantuan pak Yan Mandenas, Papua bisa menjadi prioritas berikutnya. Minimal di Pegunungan Bintang, BTS Telkomsel bisa kita jadikan layanan pertama, sehingga kapasitasnya bisa kita tingkatkan sekitar 100 Mbs sesuai kebutuhan traffic di Oksibil,” bebernya.

Di tempat yang sama Divisi Backbone Direktorat Infrastruktur BAKTI Kominfo, John Tirayoh mengatakan, BAKTI Kominfo sedang membangun beberapa BTS USO (universal service obligation) di beberapa titik di Kabupaten Pegunungan Bintang. Pembangunan BTS USO ini menurut John Tirayoh, untuk menambah kapasitas jaringan internet 4G di Oksibil.

Untuk tahun 2022, John Tirayoh megatakan, ada rencana ekspansi program Palapa Ring dan Papua menjadi salah satu prioritas dari BAKTI Kominfo untuk penambahan jalur fiber optic Palapa Ring. “Untuk BTS, kita punya daerah blank spot yang menjadi perintah Presiden untuk dibangun di wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T) menjadi tugas BAKTI dalam rangka mensupport Telkomsel dan operator lainnya, agar di daerah 3T bisa terhubung dengan baik seperti Pegunungan Bintang,” tutupnya. (nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *