Wisuda Offline Pertama di Tengah Pandemi

Para wisudawan usai diwisuda di Auditorium Uncen, Rabu (24/11) kemarin. Dari proses wisuda kali ini tidak lagi dilakukan secara online melainkan tatap muka langsung. (Gamel/Cepos)

JAYAPURA-Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Jayapura yang masih pada level II juga dijawab Universitas Cenderawasih dengan menggelar wisuda perdana yang dilakukan secara tatap muka.

Padahal tiga bulan lalu wisuda masih dilakukan secara online. Dimana semua lulusan cukup mengikuti dari rumah dan proses pemindahan kuncir dilakukan oleh orang tua.

Suasana itu tidak lagi setelah pada Rabu (24/11) kemarin sebanyak 1.188 wisudawan mengikuti rapat terbuka senat Uncen dalam rangka wisuda lulusan program doktor, program magister pasca sarjana  dan program diploma periode III tahun akademi 2020 – 2021.

Disebutkan bahwa wisuda periode ketiga secara offline yang dibagi dalam 2 kali proses wisuda.

Pertama dilakukan Rabu (24/11) kemarin dan kedua Kamis (25/11) hari ini. Hari pertama yang dikukuhkan sebanyak 618 wisudawan pasca sarjana dari FKIP, Fakultas Hukum, Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan sementara hari kedua sebanyak 570 wisudawan berasal dari 5 fakultas.

“Kami terapkan prokes ketat dimana yang tidak pakai masker  kami meminta untuk tidak masuk ke ruangan. Lalu kedua, kami tidak mengundang suami atau istri atau anak untuk ikut. Ini berbeda dengan tahun sebelumnya dimana anak istri atau suami dan orang tua bisa ikut hadir,” jelas Pembantu Rektor I Uncen, DR Onesimus Sahuleka di sela-sela acara di Auditorium Uncen, Rabu (24/11).

  “Kita berada dalam era pandemic dan keputusan ini kami lakukan setelah melihat situasi dan akhirnya dilakukan secara tatap muka langsung,” sambungnya.

Sementara Rektor Universitas Cenderawasih, Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST., MT menjelaskan bahwa para wisudawan bukanlah akhir perjuangan melainkan awal kehidupan. Ada semangat yang harus ditumbuhkan di tengah masyarakat. Lalu dengan dunia iptek yang terus berkembang, para ahli sepakat bahwa kita  saat ini semua berada pada industri digital. Dulu perubahan terjadi dalam waktu 100 tahun sekali dan manusia membutuhkan waktu  50 tahun untuk menyesuaikan diri beralih dalam peradaban lama.

Lalu perubahan kedua terjadi dalam kurun waktu 50 tahun dan ketika itu manusia membutuhkan 25 tahun untuk beradaptasi. Kemudian revolusi industri ketiga terjadi 25 tahun dan disini manusia hanya membutuhkah 5-10 tahun untuk beradaptasi dan kini diera baru revolusi industri ke empat trjadi justru terjadi pada 1-5 thn skali dan manusia butuh 1 tahun untuk beradaptasi dari yang lama ke yang baru.

“Karenanya kita perlu mengupgrade kapasitas dan kompetensi untuk menyesuaikan diri pada dunia iptek yang terus berkembang sebab jika tidak mau atau lambat maka  semua akan tertinggal oleh bangsa lain. Iapun meminta untuk bisa menolong dan sesama,” imbuhnya.  “Tolong jaga nama baik keluarga, kampus dan nama baik di lingkungan masing – masing,” tutupnya. (ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *