Pelaku Percobaan Pemerkosaan Bocah SD Diringkus

Kapolres Merauke AKBP Ir. Untung Sangaji, M.Hum didampingi Plt Kasat Reskrim  dan KBO serta penyidik PPA saat memberikan keterangan pers terkait dengan penangkapan pelaku yang nyaris memperkosa anak di bawah umur, di jalan Biak Merauke,   Rabu (24/11) (Sulo/Cepos )

MERAUKE-Pelaku yang nyaris perkosa anak di bawah umur  berinisial AAS (19), yang merupakan pelajar SMA salah satu sekolah di Merauke, akhirnya berhasil diringkus. Tersangka diamankan pada  Sabtu (20/11).

  Kapolres Merauke AKBP Ir. Untung Sangaji, M.Hum  didampingi Plt Kasat Reskrim AKP Najamuddin, MH, dan  KBO Reskrim  Ipda Juniar Joko  Santoso dan penyidik dari PPA Reskrim  menyebutkan bahwa kasus tersebut berawal saat korban yang baru berusia 9 tahun itu pulang  dari sekolah dengan tujuan rumahnya.

   Saat tiba di depan Monumen Kapsul Waktu, Jalan Brawijaya,  pelaku datang menghampiri korban dengan menggunakan sepeda motor dan masih berseragam SMA baju batik  warna biru. Kemudian pelaku membujuk korban agar mau ikut dengannya dan berkata akan mengantar  ke rumah korban dengan memberikan uang sebesar Rp 2.000, sehingga korban mau mengikuti pelaku.

   Kemudian korban menunjuk rumahnya  arah Jalan Brawijaya, namun pelaku  membawanya ke arah Telkom dan  pelaku sempat bertanya kepada korban sudah makan belum yang dijawab korban sudah. Pelaku kemudian memberinya uang Rp 2.000, namun  korban tidak mau karena korban sempat meraba ada botol minuman keras di belakang pelaku  dan menciumnya aroma miras Sopi.

   Korban mengetahui itu Miras Sopi, karena ia sempat melihat pamannya meminum Sopi.  Kemudian pelaku membawa korban ke Jalan Biak, dan korban menyampaikan bukan jalan ini, tapi pelaku sampaikan  kita putar dulu. Kemudian pelaku membawa korban  ke rumah kosong yang ada di jalan Biak, dimana  sebelumnya pelaku pernah membawa pacarnya ke tempat tersebut.

   Saat pelaku menarik tangan korban dan mengajak masuk ke dalam rumah kosong itu, korban tidak mau dan berhasil melepaskan tangan dari pelaku. Kemudian korban lari sambil  menagis ketakutan karena melihat mata pelaku sudah berwarna merah  kemudian korban sampaikan mau pulang.

  Saat itu,  ada seorang ibu  yang melihat korban dari belakang. Hal ini membuat pelaku naik kembali ke motornya kemudian mendekati korban sambil membujuk kembali untuk mengantarnya pulang. Namun korban menipu pelaku kalau ibu  itu adalah tantenya dan mau ikut dengan tantenya.

  Padahal korban tidak  mengenal sama sekali ibu tersebut. Melihat itu, pelaku kemudian naik motornya  dan melarikan diri.  Dari pemeriksaan yang dilakukan terhadap pelaku, jika pelaku  mengaku ingin  menyetubuhi korban di rumah kosong tersebut, tempat  dimana ia pernah membawa pacarnya. Selain ingin menyetubuhi korban, pelaku  ternyata diketahui positif  mengkonsumsi Narkoba jenis ganja.

  “Dari pemeriksaan urine, tersangka positif  menggunakan  Narkoba,’’ kata Kapolres.

  Atas perbuatannya itu, tandas Kapolres, tersangka dijerat Pasal 81 ayat (2) dan atau pasal 82 ayat (2) UU Perlindungan Anak terkait percobaan persetubuhan atau percobaan pencabulan terhadap anak di bawah umur, Jo Pasal 53 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal  15 tahun penjara. (ulo/tri)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *