Honor Sopir Bus Peparnas Tidak Ada Masalah

Ketua Bidang Koordinator Transportasi PB Peparnas, Recky D. Ambrauw saat memberikan penjelasan kepada para sopir terkait hak mereka. Pertemuan tersebut dilakukan di pool PTC Entrop, Rabu (24/11) (Erik / Cepos)

JAYAPURA – Pembayaran honor para sopir operasional bus Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI 2021 Papua sempat menuai protes dari para sopir yang dianggap tidak sesuai yang semestinya mereka dapatkan.

Namun setelah melakukan pertemuan langsung dengan Bidang Transportasi PB Peparnas yang mengurusi operasional bus akhirnya para sopir tersebut bisa menemukan titik terang. Banyaknya isu miring sehingga membuat beberapa sopir salah persepsi.

“Mengenai proses honor sopir bus mikro transportasi Peparnas kami telah selesaikan sesuai dengan mekanisme, yaitu kita bayar mereka sesuai dengan pelayanan hari kerja mereka,” ungkap Ketua Bidang Transportasi PB Peparnas, Recky D. Ambrauw kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di pool PTC Entrop, Rabu (24/11).

Kata Recky, setiap sopir mendapatkan hak berbeda. Sebab pembayaran dilakukan sesuai dengan hari kerja setiap sopir. Menurutnya, ada sopir yang mulai bekerja dari 1 – 15 November sehingga mendapatkan hak utuh. Berbeda dengan sopir yang melakukan pekerjaan 5-6 hari.

“Sudah tentu hak mereka kami bayar. Ada absen, dan kartu kendali dan ada administrasi yang kami gunakan sebagai dasar untuk membayar. Memang tidak rata, ada yang 4 hari, 5 hari, 14 hari dan 15 hari, kita bayar sesuai dengan data absen yang ada di kami,” ujar Recky.

Recky juga menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah memotong atau memangkas honor para sopir.

“Kami tidak pernah potong, tidak pernah pangkas. Kalau ada yang melayani 1-15 hari tetap kami hayar, ada yang 4 hari kami juga bayar sesuai dengan absen kerja. Kami tidak pernah potong,” ucap Recky.

“Dan beberapa teman-teman sopir sudah ketemu dan kita crosecek kembali dan mereka sudah memahami. Mungkin ada salah persepsi dan salah perhitungan hari dan kita sudah luruskan dan yang belum kami selesaikan,” kata Recky.

Tak hanya itu, Recky juga mengatakan, bahwa Bidang Transportasi PB Peparnas sangat terbuka bagi para sopir yang merasa haknya belum dibayarkan.

“Kami pasti bayar, karena itu hak mereka. Dan kami bayar sesuai hari kerja mereka. Dan yang belum sempat datang, atau belum sempat dibayar, kalau datang dan sesuai data tetap kami bayar, karena kami bayar sesuai data yang ada di kami,” pungkasnya. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *