Guru BK Bukan Hanya Mengurusi Siswa Bermasalah

Plt Kepala Dinas Pendidikan Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua, Protasius Lobya

JAYAPURA– Plt Kepala Dinas Pendidikan Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua, Protasius Lobya, mengingatkan bahwa guru Bimbingan Konseling (BK) memiliki peran signifikan di sekolah. Hal ini yang mesti diperhatikan pihak sekolah dalam menyusun kurikulum pembelajaran sekolah.

“Jangan pernah lupa menempatkan jam mengajar bagi guru BK. Ini mesti diperhatikan dalam kurikulum pembelajaran sekolah. Guru BK itu ada bukan karena siswa ada masalah. Sebaliknya, guru BK hadir sebelum ada masalah. Sifatnya preventif,” jelas Protasius Lobya Rabu (24/11) kemarin.

“Saya ikuti beberapa sekolah, guru BK sulit mencapai minimal 24 jam mengajar. Pertanyaannya, berapa jam mengajar guru BK di kelas di setiap sekolah?” sambungnya.

Lobya menempatkan fokus terhadap guru BK agar tidak ada diskriminasi mengajar bagi guru. Semua harus sama.

“Ini penting karena guru BK itu berbicara teori dan praktek, termasuk bagaimana karakter anak itu menjadi tanggung jawab guru BK. Jika sekolah yang Osisnya sudah tidak jalan, apalagi guru wakasek yang menangani Osis itu sudah tidak efektif, dan kegiatan ekstrakulikuler tidak berjalan, maka guru BK memiliki beban tugas tersendiri. Itulah sebabnya, peran guru BK di sekolah tidak boleh dilupakan, karena penting bagi pengembangan karakter anak di usia sekolah,” pungkasnya. (gr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *