Bupati Romanus Minta Mobil Tanki BBM  PLN Diberi Jalan

Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka, MT saat  menemui pemilik hak ulayat yang melakukan pemalangan jalan masuk Pelabuhan Perikanan Nusantara Merauke, kemarin. (Viktor for Cepos)

MERAUKE-Bupati Merauke Drs. Romanus Mbaraka, MT,  menemui masyarakat pemilik hak ulayat yang melakukan pemalangan jalan  masuk Pelabuhan Perikanan Nusantara Merauke, Rabu (24/11), kemarin. Bupati  Romanus Mbaraka menemui warga yang melakukan pemalangan langsung di bawag  tenda. 
   Dalam pertemuan itu Bupati Romanus Mbaraka didampingi Komandan Lanud  D.J. Dimara Merauke, Kasdim 1707/Merauke, Kepala Badan Pertanahan Nasional Merauke  dan Kabag Hukum Setda Kabupaten Merauke Viktor Kasiepo, SH.   

   Dihubungi lewat telepon selulernya,  Viktor Kaisiepo  membenarkan Bupati Romanus menemui masyarakat pemilik hak ulayat yang melakukan pemalangan jalan  tersebut. Dalam pertemuan itu kata  Viktor Kaisiepo, bupati meminta kepada masyarakat  pemilik hak ulayat untuk dapat memberikan akses jalan kepada  mobil tanki  yang akan membawa BBM  untuk PLN, karena menyangkut kepentingan orang banyak.

   Menurut Viktor Kaisepo bahwa  lahan yang disengketakan itu sudah dibeli dan dibayar oleh pemerintah daerah pada tahun 2009 lalu, sehingga Bupati Romanus akan meminta pendapat  hukum ke Kejaksaan Negeri Merauke apakah diperbolehkan memberikan semacam penghargaan kepada masyarakat pemilik hak ulayat tersebut.

   “Dalam pertemuan tadi pak bupati sampaikan soal  penghargaan. Tapi itu setelah kita mendapatkan pendapat hukum  dari Kejaksaan Negeri Merauke. Sementara ini kami sedang membuat surat permohonan ke Kejaksaan untuk memberikan pendapat hukum. Pendapat hukum ini, karana antara Pemkab Merauke dengan Kejaksaan Negeri  Merauke telah membuat MoU,’’ terangnya.

   Soal tanah yang disengketakan tersebut  yang menurut pemilik hak ulayat merupakan tanah mereka yang belum dibebaskan kepada pemerintah. Viktor Kaisiepo mengatakan bahwa untuk membuktikan hal tersebut  maka perlu diuji secara hukum di Pengadilan. Karena pengadaan  tanah seluas 74 hektar tersebut telah melalui proses dengan tim pengadaan tanah yang melibatkan banyak pihak.

   Pemilik  hak ulayat Adrianus  B. Mahuze yang ditemui di lokasi pemalangan mengakui pihaknya  telah ditemui bupati terkait dengan pemalangan yang dilakukan tersebut.  Adrianus mengklaim  jika dalam pertemuan  itu  bupati mengakui jika tanah yang dipalang tersebut merupakan tanah pasir milik masyarakat pemilik hak ulayat  tidak termasuk dalam area yang dibeli dari dr Raimond.

  Namun  begitu, kata dia, untuk jalan yang sudah dicor menurut  Adrianus  Mahuze sudah diberikan kepada  pemerintah untuk menjadi jalan umum, karena akan digunakan bersama.  Soal permintaan  mobil tanki BBM untuk PLN, Adrianus B Mahuze mengaku akan membuka jalan  dan  membongkar tenda jika  uang penghargaan sudah diberikan pemerintah.

   “Rencana sore nanti (kemarin). Kalau nanti sore dibayar maka kita akan buka. Tapi, kalau  belum kita masih tetap palang,” terangnya. (ulo/tri)      

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *