Bunyikan Meriam Siap Ditindak

Tim Chalie dan Tim Opsnal Polsek Abepura  saat menertibkan pipa-pipa meriam yang dijejer dan selalu dimainkan saat sore hari di bukit belakang SAGA Abepura, Rabu (24/11). (Polsek Abe for Cepos)

*Suara Pipa Belanda Menggelegar, Polsek Abe Turunkan Tim

JAYAPURA-Bunyi meriam kaleng maupun meriam karbit memang meresahkan warga. Meski sudah  diimbau berulang kali namun tetap saja masih ada yang memainkan permainan yang berbahan dasar dari kaleng tersebut.

Terkait hal ini, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Gustav R Urbinas menegaskan, siapa pun yang membunyikan meriam kaleng siap ditindak

Kapolresta Gustav Urbinas mengatakan, memasuki bulan Desember, masyarakat tidak boleh membunyikan meriam kaleng maupun meriam karbit, karena hal tersebut mengganggu ketertiban umum dan meresahkan warga.

“Apabila ada masyarakat merasa terganggu maka pihak kepolisian mau tidak mau merespon dan membubarkan, maupun menangkap,” tegas Kapolresta.

Dikatakan, secara umum bunyi-bunyian yang mengganggu dan meresahkan orang lain melanggar aturan Hukum yang sudah tercantum di KUHP.

“Dalam waktu dekat, Pemerintah Kota Jayapura sudah menyiapkan instruksi yang segera dikeluarkan terkait larangan bunyi-bunyian. Karena kita akan memasuki bulan Desember, bulan penuh kasih untuk lebih banyak kita ibadah,” kata Kapolres.

Ia mengimbau masyarakat khususnya anak muda untuk membantu menjaga ketertiban dan tidak mengganggu ketentraman orang lain dengan membunyikan meriam kaleng maupun meriam karbit.

Sementara itu, aktivitas pemuda jelang bulan Desember dengan membunyikan meriam dari pipa peninggalan Belanda di wilayah Polsek Abepura dianggap cukup meresahkan. Pasalnya bunyi pipa yang setiap sore dimainkan ini cukup menggelegar dan membuat warga di sekitar lokasi tidak nyaman. Alhasil laporan masuk ke Polisi dan langsung dilakukan penertiban.

“Sudah ada beberapa orang yang melapor terganggu dengan bebunyian meriam ini sehingga saya meminta  anggota saya untuk mengecek dan menertibkan,” kata Kapolsek Abepura, AKP Lintong Simanjuntak melalui ponselnya, Rabu (24/11). Upaya penertiban akhirnya dilakukan kemarin sekira pukul 10.30 WIT hingga siang hari pukul  14.00 WIT. Lokasi yang disambangi tiga titik, pertama penertiban meriam pipa karbit di  perbukitan Kampung Tiba- tiba, bukit di belakang SAGA Abepura dan Kampung Genyem Abepura.

Tim terdiri dari anggota opsnal Reskrim Polsek Abepura bersama Tim Charlie Polresta Jayapura Kota yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Abepura Ipda Nunut R. Simanjuntak didampingi Panit Opsnal Reskrim Polsek Abepura, Ipda Edwin A. Ayomi.

“Bunyi dari meriam pipa Belanda yang menggunakan karbit ini benar-benar mengganggu. Suaranya jauh lebih besar dibanding yang lain dan warga merasa tidak nyaman. Karena kadang mereka pulang kantor ingin istirahat tapi malah kaget dengan bunyi-bunyi tadi,” jelas Lintong.

Ia memerintahkan  jika ditemukan maka meriamnya dibongkar dan turunkan dari atas gunung untuk dimusnahkan. Meski demikian, pihaknya tetap memberikan imbauan secara humanis. Di Kampung Tiba – tiba Abepura, pihaknya menemukan sebanyak 6 buah meriam  yang dibunyikan menggunakan  karbit dengan panjang 3 meter.

Kemudian tim mencabut dan menurunkan pipa – pipa tersebut ke bawah gunung. Siang hari sekira pukul 12.45 WIT, tim tiba di Kompleks Genyem Gunung Aspol Abepura dan menemukan sebanyak 7 buah meriam pipa baja dengan menggunakan karbit dengan  panjang 4 meter. “Di sini kami tidak tidak mencabut ataupun menurunkan pipa-pipa tersebut tapi kami minta untuk pipa tersebut tidak dibunyikan. Kalaupun ada akan langsung kami sita. Jadi kami mewarning untuk warga atau anak-anak muda jika ingin merayakan tentu masih ada cara lain tanpa harus mengganggu,” pungkasnya. (fia/ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *