Sayuran dari Wamena Dikirim ke Mimika

Petugas Disnakerindag saat mengumpulkan sayuran dari para petani di wamena untuk dikiri ke pasar di Kabupaten Mimika, Selasa (23/11) kemarin. (Denny/ Cepos)

WAMENA-Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan (Disnakerindag) Jayawijaya Dr Lukas Kosay, SE, MSi mengungkapkan bahwa Koperasi Esuok di Wamena saat ini sudah memiliki mitra bisnis untuk memasarkan sayur mayor dari  Wamena ke Kabupaten Mimika. Karena itu, sejumlah petani diberdayakan untuk menyuplai sayur mayur yang diminta yang kuotanya mencapai 2 ton.

  “Sementara masih 2 ton belum bisa lebih dari itu, ini karena kita melihat kemampuan dari petani kita di Jayawijaya yang belum mampu  untuk menyediakan sayur mayur ini dalam jumlah besar,” ungkapnya Selasa (23/10) kemarin.

   Kerjasama ini, Kata Lukas Kosay, bukan untuk PT Freeport Indonesia, tetapi hanya berputar di pedagang pasar yang ada di Kabupaten Mimika. Kalau untuk Perusahaan pertambangan disana itu jumlahnya lebih besar lagi. Bahkan mungkin di Kabupaten Jayawijaya akan kehabisan persedian sayur mayur di pasaran.

   “Ini hanya di pasaran saja, karena di Kabupaten Mimika itu ada penadahnya disana, sehingga tugas kita hanya mengirim sayur dari Wamena saja, urusan mau disebarkan kemana itu dari suplayer  yang memesan sayuran dari Wamena,”jelasnya.

   Ia memastikan untuk produksi sayuran ini tidak di semua distrik dijalankan. Hanya beberapa distrik saja, namun pihaknya akan mencoba untuk melakukan pengelolaan yang lebih besar tergantung dari permintaan suplayer disana barulah itu akan diarahkan ke distrik -distrik yang pengembangan sayurannya masih kurang untuk membuka lahan lagi.

  “Dari kuota 2 ton ini tidak 100 persen sayuran semua,  tetapi disesuaikan dengan permintaan seperti dalam seminggu ini mereka minta labu siam, seminggu berikutnya mereka minta alpukat  atau kol dan bunga kol, ini akan berputar terus sesuai dengan permintaan mereka,”bebernya.

   Pihaknya juga sedang melakukan pendekatan dengan PT Freeport Indonesia kalau mereka sudah menyetujui maka bisa disiapkan dalam jumlah banyak. “Dalam seminggu itu kita kirimkan sekali setiap hari jumat sesuai dengan permintaan yang diminta dari Suplayer kita, dimana kita mengepul dari petani lalu kita kirimkan kesana, sehingga mereka membayar ke Koperasi Esuok,”tutup Lukas. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *