Pertanyakan Penggunaan Anggaran di Kemtuk Gresi

Sihar Tobing (Robert Mboik Cepos)

SENTANI– Anggota Komisi A DPRD Jayapura,  Sihar Tobing, SH mengapresiasi langkah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jayapura  dalam menyikapi tidak jalannya layanan pemerintahan di Distrik Kemtuk Gresi.

Dia mengatakan, apa yang dilihat dan disaksikannya di Distrik Kemtuk Gresi terkait dengan minimnya pelayanan pemerintah kepada masyarakat setempat bisa menjadi catatan bagi seluruh distrik dan kelurahan serta kampung yang ada di wilayah Kabupaten Jayapura secara khusus yang jangkauannya cukup jauh dari ibukota Kabupaten Jayapura.     

    Karena itu, selaku wakil rakyat sangat mengharapkan agar distrik yang lain juga termasuk kelurahan dan kampung harus memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat di wilayah administrasi pemerintahannya.

“Ini bukan hanya untuk Distrik Kemtuk Gresi,  kami berharap agar distrik yang lain juga, termasuk kelurahan dan kampung, harus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya.

Dia juga memberikan apresiasi kepada Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE, M.Si  lewat gebrakannya melalui program Distrik Membangun Membangun Distrik (DMMD). Diharapkan program ini bisa diterjemahkan dengan baik oleh pemerintah distrik yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Jayapura.  Menurut politisi Partai Golkar itu, roh dari DMMD ini bagaimana jangkauan pelayanan pemerintah yang selama ini terpusat di kantor bupati bisa dilayani secara baik dan maksimal di distrik.

“Kita harus memberikan apresiasi kepada Bupati Jayapura dengan program beliau DMMD.  Itu tujuannya sangat bagus dalam rangka memperpendek pelayanan pemerintah kepada masyarakat,” jelasnya.

Dalam memaksimalkan program itu, daerah juga memberikan sokongan dana untuk mendukung  keberlangsungan program DMMD itu, yang  meskipun saat ini masih fokus di beberapa distrik  pilot project. Sehububgan dengan minimnya layanan pemerintah di Distrik Kentuk Gresi itu, dia juga mempertanyakan penggunaan anggaran di distrik itu selama tahun ini. Karena, pengelolaan anggaran terserap, tapi pelayanan di distrik kepada masyarakat justru sangat tidak maksimal.  Bahkan kepala distrik sendiri mengakui dalam setahun layanan kepada masyarakat  tidak lebih dari 10 orang.

“Tapi kalau modelnya seperti  kemtuk Gresi, Saya tidak tahu uang (anggaran distrik) itu mau dibawa kemana,” katanya.

Karena itu sekali lagi dia mengajak kepada seluruh distrik dan juga Kampung termasuk Kelurahan supaya benar-benar menterjemahkan apa yang menjadi di program kerja  Bupati Jayapura. Karena  sebagus apapun program itu  namun tidak bisa dijalankan dengan baik pada akhirnya hasilnya juga tidak akan maksimal.  Dan lagi-lagi kegagalan  ini justru akan menyoroti kepala daerah dalam hal ini Bupati Jayapura yang semestinya perlu diapresiasi karena sudah memberikan pikiran dan ide yang sangat bagus untuk diterapkan di masyarakat.

“Jangan  seperti di Kemtuk Gresi, pelayanan jelek kepada masyarakat jangan sampai nanti masyarakat menyalahkan Bupati.  Karena Bupati tidak bisa kontrol semua sampai ke bawah.(roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *