Kakak Terdakwa Curiga Adiknya Dijebak

Terdakwa MM usai menjalani sidang perdana kasus pembunuhan Nasrudin pengusaha perhiasan emas yang digelar di PN Jayapura Kelas 1A, Senin (22/11). (Gamel/Cepos)

JAYAPURA– Proses hukum terkait kasus pembunuhan berencana yang dilakukan sepasang kekasih MM dan VL terhadap suami VL bernama Nasrudin baru bergulir di Pengadilan Negeri Jayapura Kelas 1A, Senin (22/11).

Meski sudah masuk dalam ranah  pengadilan, namun pihak keluarga dari terdakwa MM masih sangsi jika pemuda kelahiran 1996 ini nekat  melakukan pembunuhan.  Apalagi jika MM disebut sebagai sosok pria yang hanya memanfaatkan VL untuk  alasan kekayaan  semata.

“Agak sulit dipercaya jika adik saya menjadi pelaku pembunuhan. Ada banyak kejanggalan dan hoaks yang tidak berdasar fakta. Salah satunya menyebut jika adik saya ini pengangguran. Itu salah, dia pimpinan perusahaan dan dia direktur utama dari perusahaan tersebut. Akta perusahaan dan status adik saya sebagai pimpinan semua jelas,” beber Ali, kakak MM melalui ponselnya, Senin (22/11).

Di Jayapura juga menurut Ali, dia dan adiknya sedang menkontrak tanah dan membangun kafe dengan durasi waktu 20 tahun dan dikatakan bahwa MM ke Jayapura untuk memonitor  pembangunan serta bisnis kafenya. “Kafe kami juga sudah opening tapi mengapa adik saya disebut pengangguran, sementara cafenya begitu besar dan ia juga pimpinan perusahaan.  Jadi bukan karena uang,” tegasnya.

Dikatakan, sang adik MM kemarin mau ke Jakarta untuk memperpanjang izin tinggalnya di Indonesia. Namun VL menurut Ali,  mengancam agar  adiknya tidak kembali ke Jakarta dan tidak meninggalkan dia (VL, red). Sebab MM sudah beberapa kali mencoba memutuskan VL tapi dirayu kembali. “VL juga menurut adik saya  punya hubungan dengan beberapa cowok lain dan itu hubungan asmara,” tambah Ali.

Pria bertubuh tinggi ini menambahkan bahwa ia sempat ngobrol dengan sang adik. “Kemarin saya ke Jayapura dan sempat ngobrol sama dia (MM) dan adik saya kebingungan mengapa ia diberikan pasal yang berat oleh polisi. Padahal tidak ada bukti yang menyebut ia pelakunya. Ngapain seorang warga negara asing, seorang pengusaha merantau hanya untuk mencari harta kemudian ikut membunuh.  Saya juga sudah bertemu dengan keluarga korban yang punya usaha di Arso dan kalau semua hartanya dikumpulkan saya pikir tidak sebanding dengan yang dimiliki adik saya,” bebernya.

Ali berharap pengadilan bisa mempertimbangkan  fakta-fakta lain yang dianggap tidak sesua dengan  dakwaan. “Jadi adik saya ini ke Jayapura benar-benar untuk menghandel usaha kami dan saya pikir ia dijebak untuk terlibat dalam kasus ini meski mungkin saja  keduanya punya hubungan pacaran,” tutupnya. (ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *