Buka Ruang Diskusi dengan Pemerintah Pusat

Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP., MH., saat menandatangani prasasti peresmian dan pentahbisan gedung Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) Jemaat Eden, Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Sabtu (20/11) lalu (Gratianus Silas/Cepos)

*Klarifikasi Gubernur Papua Terkait Soal Wacana Pemulangan Mahasiswa Papua 

JAYAPURA-Statemen Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP., MH., saat memberikan sambutan pada peresmian gedung gereja GIDI Jemaat Eden, Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Sabtu (20/11) lalu, terkait wacana memulangkan ribuan mahasiswa asal Papua yang kuliah menggunakan dana otonomi khusus (Otsus) tengah hangat diperbincangkan.

Ini karena statemen seorang pemimpin sifatnya mirip sebuah perintah dan keputusan sehingga banyak yang mempertanyakan alasan pernyataan tersebut. Jangan sampai akhirnya ribuan mahasiswa yang studi menggunakan dana Otsus terhenti akibat keputusan  terburu-buru.

Terkait itu Gubernur Papua  melalui juru bicaranya Muhammad Rifai Darus, SH., MH., kembali memberikan klarifikasi. Ia menyebut Gubernur Lukas Enembe memberikan pandangannya soal potensi pemulangan para mahasiswa peraih beasiswa sebagai akibat diterbitkannya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua serta Peraturan Pemerintah Nomor 106 Tahun 2021 tentang Kewenangan dan Kelembagaan Pelaksanaan Kebijakan Otonomi Khusus Provinsi Papua dan Peraturan Pemerintah Nomor 107 tahun 2021 tentang   tentang Penerimaan, Pengelolaan, Pengawasan, dan Rencana Induk Percepatan Pembangunan Dalam Rangka Pelaksanaan Otonomi Khusus Provinsi Papua Kebijakan Otonomi Khusus Provinsi Papua.

Gubernur Lukas Enembe pada dasarnya ingin membuka ruang diskusi yang lebih luas bersama pemerintah pusat dalam membahas kebijakan yang berkenaan dengan Provinsi Papua. Gubernur Papua menuturkan bahwa betapa pentingnya harmonisasi dalam membentuk suatu peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pembangunan sumber daya manusia di Provinsi Papua.

“Program unggulan seperti beasiswa unggul Papua yang telah berlangsung cukup lama dan merupakan konsepsi atas kesadaran gubernur akan pentingnya sektor pendidikan dalam mewujudkan kebangkitan, kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Papua yang berkeadilan. Gubernur  memiliki pandangan bahwa pendidikan adalah amunisi terbaik bagi generasi yang akan datang dalam membangun Provinsi Papua,” jelas Rivai dalam rilisnya, Selasa (23/11).

Dikatakan, jangan sampai dari adanya perubahan kebijakan yang berakibat terjadinya pengurangan ataupun relokasi anggaran sektor pendidikan yang mengganggu keberlanjutan implementasi program prioritas Pemprov Papua khususnya Program Beasiswa Unggul Papua. Sebab cerah atau tidaknya masa depan Papua sangat ditentukan pada kualitas generasi muda yang saat ini sedang mengenyam pendidikan.

Untuk itu,  gubernur mengajak seluruh elemen yang ada di Papua untuk bersama-sama dengan pemerintah pusat membangun jalur komunikasi yang konstruktif, efektif dan berkelanjutan.

“Gubernur juga berharap pemerintah pusat dalam merumuskan kebijakan dalam kerangka Otsus Papua agar memperhatikan dengan sungguh-sungguh sejumlah program unggulan Pemprov Papua yang selama ini berhasil meningkatkan kualitas sumber daya manusia Orang Asli Papua. Khususnya generasi muda yang mendapat kesempatan meraih beasiswa dan menjalankan studinya di perguruan tinggi terbaik yang ada di dalam maupun diluar negeri,” beber Rivai.

Lalu  kepada para mahasiswa yang sedang menjalani masa studi di dalam negeri ataupun luar negeri diminta untuk tenang, tidak terprovokasi dengan isu informasi yang dapat mengganggu konsentrasi belajar.

“Gubernur berharap agar adik-adik mahasiswa senantiasa memanfaatkan kesempatan untuk mematangkan diri melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi di tempat pendidikannya masing-masing. Dan gubernur serta jajarannya akan terus berupaya dan berikhtiar mempertahankan ketersediaan ruang-ruang kesempatan bagi adik-adik yang sedang menjalani studi untuk dapat melanjutkan pendidikannya hingga tuntas,” tulis Rivai Darus.

Ini diyakinkan karena gubernur memiliki berkomitmen untuk tetap memelihara harapan agar putra-putri terbaik Papua memiliki kesempatan yang sama di tahun-tahun berikutnya untuk mengambil bagian bagian dari program Beasiswa Unggul Papua,” tutupnya.

Secara terpisah, anggota DPR Papua, Nioluen Kotouki berharap Gubernur Papua mempertimbangkan pernyataannya yang meminta mahasiswa yang dibiayai oleh dana Otsus untuk balik ke Papua. Karena menurutnya hal ini akan mengorbankan para mahasiswa, seperti yang terjadi pada peristiwa rasis yang mengakibatkan ribuan mahasiswa melakukan eksodus ke Papua yang tidak jelas penanganannya sampai saat ini.

Belajar dari kejadian eksodus ribuan mahasiswa, Nioluen meminta agar Pemprov Papua pertimbangkan dengan baik wacana memulangkan mahasiswa Papua yang tentunya akan merugikan mahasiswa Papua yang tengah menempuh pendidikan di luar Papua.

“Kami harap bapak Gubernur Papua agar ketika menyampaikan statement juga harus mempertimbangkan secara baik, karena ini kepala daerah. Karena mahasiswa yang protes waktu itu sampai saat ini, ada yang dapat tembak, ada yang status pendidikannya tidak jelas sampai saat ini dan orang tua kesulitan,” tuturnya.

Adapun terkait diterbitkannya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua, Nioluen Kotouki meminta kepala daerah di tingkat kabupaten dan kota di Papua harus mampu memetakan kondisi daerahnya apabila nantinya dana otonomi khusus langsung ditransfer ke kabupaten dan kota.

Nioluen Kotouki juga berharap program primadona yang dilakukan Pemprov Papua melalui jalur dana Otsus seperti Kartu Papua Sehat, Satgas Kaki Telanjang dan program unggulan lainnya harus terus dijalankan.

“Program primadona ini, kami minta Pak Gubernur harus berpacu dan ada upaya-upaya dari Prmpeov Papua dan pemerintah pusat agar progran yang sifatnya menyentuh rakyat bisa dijalankan dan terus berjalan,” pungkasnya. (ana/ade/oel/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *