Bahas Isu Perbatasan, BLM RI-PNG Digelar Di Biak

Petugas Disnakerindag saat mengumpulkan sayuran dari para petani di wamena untuk dikiri ke pasar di Kabupaten Mimika, Selasa (23/11) kemarin. (Denny/ Cepos)

BIAK-Pemerintah Provinsi Papua kembali menggelar rapat penghubung perbatasan antara RI – PNG yang ke-16 tahun 2021, di Swiss-Belhotel Cendrawasih Biak, Selasa (23/11).  Rapat yang diprakarsai oleh Badan Pengelola Perbatasan dan Kerjasama (BPPK) Provinsi Papua tak hanya dihadiri oleh sejumlah instansi terkait dari pemerintah Indonesia khususnya yang ada di wilayah Papua, namun juga dihadiri perwakilan negara Papua New Guinea (PNG).

   Kepala Badan Pengelola Perbatasan dan kerjasama Provinsi Papua, Suzana D. Wanggai, S.Pd., M.Soc. Sc mengatakan,  pertemuan Pre Border Liasion Meeting (BLM) adalah forum yang akan membahas dan membicarakan tentang usulan-usulan  yang akan diangkat pada forum pertemuan Special Session RI-PNG 2021 di Vanimo, Papua New Guinea (PNG).

   “Jadi Special Session Meeting ini akan membahas isu-isu perbatasan yang lebih fokus pada beberapa agenda prioritas terutama penanganan isu perbatasan di masa pandemi Covid-19, kerjasama di bidang ekonomi, kerjasama kesehatan dan kerjasama di bidang keamanan di masa pandemi Covid serta beberapa hal lainnya tentunya akan ikut dibahas,” ujar Zusana Wanggai.

   Diharapkan dalam pertemuan yang berlangsung dua hari itu, diperoleh masukan-masukan dari berbagai instansi terkait. Diantarnya seperti; instansi dari unsur  teknis seperti CIQS, Imigrasi, Karantina Kesehatan, Karantina Perikanan, Karantina Pertanian, pihak keamanan, terta sejumlah instansi lainnya teremasuk dari kabupaten/kota di Papua yang memiliki wilayah berbatasan langsung dengan negara tentangga.

   “Isu-isu dari perbatasan Kabupaten/kota akan dibawa dan diangkat dalam pembicaraan ini, selanjutnya itu yang akan disimpulkan sebagai bahan masukan untuk dibawa oleh delegasi Indonesia dalam pertemuan yang akan digelar tanggal  2 Desember 2021 mendatang dengan pihak PNG,” tandasnya

   “Pertemuan ini sangat penting sebagai bagian dari upaya untuk memahami hubungan antara kedua negara, baik dari sisi permasalah, kondisi terkini dan kondisi yang akan datang, termasuk untuk peningkatan pemahaman terhadap setiap permasalahan yang sedang dihadapi, tentunya termasuk yang sedang dihadapi PNG,” kata Asisten I Setda Kabupaten Biak Numfor Mahasunu, S.IP.,MM ketika menyampaikan ucapan selamat datang Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap, S.Si.,M.Pd, sekaligus membuka Pre-Border Liasion Meeting (BLM) .(itb/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *